Breaking News
Tak Penuhi Regulasi, PSSI Berikan Dispensasi Khusus pada Persiraja     Pentolan Suporter Sriwijaya FC Masih Ragukan Bergulir nya Liga 1 dan 2     Saddil Ramdani Puasa Cetak Gol, Lini Depan Sabah FC jadi Sorotan     Skuad Persipura Belum Vaksin, PT LIB Buka Suara     Polri Tegaskan Belum Beri Izin Penyelenggaraan Liga 1 2021/2022    
Perwakilan Mola TV Sebut Level Sepak Bola Indonesia Tertinggal 7 Tahun Dari Eropa
30 November 2020 | 04:57 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bolasport.com ± 8 bulan yang lalu
107   x
Share on:
(Perwakilan Mola TV Sebut Level Sepak Bola Indonesia Tertinggal 7 Tahun Dari Eropa) - @Bolasport.com - Skuat Garuda Select 2
Keterangan gambar : Perwakilan Mola TV Sebut Level Sepak Bola Indonesia Tertinggal 7 Tahun Dari Eropa Skuat Garuda Select 2 (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Level Pesepak Bola Indonesia Tertinggal Tujuh Tahun dari Pemain Eropa


Liga123 - Perwakilan Mola TV, Mirwan Suwarso menilai level tahapan pendidikan pemain sepakbola Indonesia tertinggal jauh dari pemain asal Eropa.


Mirwan Suwarso merupakan salah satu penggagas adanya Garuda Select.


Garuda Select sendiri adalah program pembinaan pemain sepakbola muda asal Indonesia yang tercipta atas kerja sama PSSI dan Mola TV.


Tak terasa kini program tersebut telah sampai pada angkatan ketiga.


Direncanakan untuk Garuda Select jilid III bakal berangkat ke Eropa pada akhir tahun ini.


Dari pengalamannya mengirimkan pemain ke Eropa, Mirwan menyadari bahwa pemain sepakbola Indonesia mengalami ketertinggalan pada level pembelajaran.


Dalam hal ini Mirwan menyebut pemain sepakbola muda Indonesia tertinggal tujuh tahun dari pemain Eropa.


Bukannya tanpa alasan, apa yang dikatakan Mirwan didasari seusai melihat langsung akademi tim-tim di Eropa.


Di sini Mirwan memberikan contoh yang terjadi di akademi Inter Milan dan Chelsea.


Pemain disana telah mulai melatih pemain sejak usia sembilan tahun.


"Level pemain kita sangat tertinggal dengan pemain Eropa," ujar Mirwan, dikutip BolaSport.com dari Kompas.com.


"Kalau kita kemarin melihat akademi Inter Milan dan Chelsea, mereka sudah melatih pemain sejak usia sembilan tahun," ujarnya.


Dengan itu, Mirwan menyebut ketertinggalan pemain Indonesia terjadi dari berbagai aspek.


Aspek yang dimaksud yaitu mulai dari pemahaman taktik, kerja sama tim dan hingga pembentukan karakter.


Dari semua ini, Mirwan berharap para pemain dapat bekerja lebih keras agar bisa mengejar ketertinggalannya.


"Saat kita membawa Garuda Select ke Eropa, para pemain harus mengejar enam sampai tujuh tahun ketertinggalan tahapan pendidikan Sepakbola seperti pemahaman taktik, kerja sama tim, hingga pembentukan karakter," ucap Mirwan.


"Semua tahapan itu seharusnya diserap pemain saat masih muda,


"Jadi kita ini sudah jauh tertinggal," ungkapnya.



Share on: