Breaking News
PT LIB : Seluruh Klub Telah Menyatakan Kesiapannya Liga 1 Bergulir 20 Agustus 2021     Satgas Covid-19 Siap Beri Sanksi Klub Liga 1 yang Langgar Prokes     Dipanggil Legenda, Eks Pemain Timnas Ini Akui Kurang Nyaman     Tak Dapat Izin Saddil Ramdani Batal Gabung Klub K League 1     Sambut HUT Tim Singo Edan Ke 34, Bos Arema FC Bagikan 1000 Paket Sembako    
Dituding Ngawur, Pelatih Timnas U-22 Vietnam Park Hang-seo Dihujat
29 Desember 2020 | 07:42 WIB oleh Hidayat
TimnasIndonesia - @Superball.bolasport.com ยฑ 7 bulan yang lalu
1 k   x
Share on:
(Dituding Ngawur, Pelatih Timnas U-22 Vietnam Park Hang-seo Dihujat) - @Bolasport.com - Fakhri Husaini
Keterangan gambar : Dituding Ngawur, Pelatih Timnas U-22 Vietnam Park Hang-seo Dihujat Fakhri Husaini (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Tiru Fakhri Husaini, Pelatih (Juru Taktik) Tim Nasional U-22 Vietnam Park Hang-seo Diserang Habis-habisan

Liga123 - Dalam proposalnya ke penyelenggara Liga Vietnam V.League (VPF) dan Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), Park mengeluhkan kesulitan mencari penyerang bermutu untuk Tim Nasional U-22 Vietnam.

"Saya sudah melatih beberapa tahun, tapi tak melihat seorang penyerang yang lebih baik dari Cong Phuong, Duc Chinh, Tien Linh," ucap Park, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari Thethao247.com.

Menurut Park, masalah itu menjadi tanggung jawab otoritas dan operator Sepakbola Vietnam.

"Karena di V.League  penyerang asing sudah menguasai lapangan."

"Saya jamin, banyak penyerang U-22 yang kembali ke klub menjadi cadangan karena tersisih oleh legiun asing."

Oleh karena itu, Pelatih (juru taktik) asal Korea Selatan tersebut menuntut VFF dan VPF membangun mekanisme tertentu bagi pemain U-22 untuk bisa tampil di V.League.

Tahun lalu, liga domestik Vietnam itu memiliki 47 legiun asing, 70 persen di antaranya striker.

"Jadi, di mana menemukan penyerang domestik, terutama pemain muda?" keluh Park.

V.League, imbuh Park, harus mempertanyakan kenapa Tim Nasional U-22 Vietnam kekurangan striker.

"Pasti banyak klub yang menentang pendapat saya ini, tapi bagaimana memberikan kesempatan kepada penyerang lokal untuk bermain, VPF dan VFF harus belajar," tegas Park.

Seperti halnya Shin Tae-yong di Tim Nasional U-22 Indonesia, Park juga sedang menyiapkan Tim Nasional serupa untuk SEA Games 2021.

Vietnam akan menjadi tuan rumah ajang Asia Tenggara itu pada 21 November-2 Desember 2021.

Apa yang diusulkan Park saat ini pernah dilakukan Fakhri Husaini tahun 2019 saat mengasuh Tim Nasional U-19 Indonesia.

Kala itu Fakhri meminta PSSI membatasi legiun asing dan Naturalisasi agar potensi pemain Indonesia bisa lebih ditonjolkan.

โ€œKita contoh Thailand, buat saya bila regulasinya sekarang masih memberikan kesempatan kepada legiun asing dan Naturalisasi, maka akan percuma pemain lokal kita tidak bisa berkembang."

"Saya minta ke depan supaya legiun asing dikurangi,โ€ kata Fakhri, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari Tribunnews.com.

Fakhri cemas karena seusai memperkuat Tim Nasional U-19 Indonesia, para pemain yang dikembalikan ke klub lebih sering menjadi cadangan.

Kendati Demikian, harapan Fakhri itu tinggal harapan, karena legiun asing, terutama striker, dan Naturalisasi makin kuat dan banyak di Indonesia.

Park Dituding Ngawur

Sementara itu, eks Asisten Pelatih (juru taktik) Tim Nasional Vietnam Bae Ji-won menuding Park ngawur soal pembatasan penyerang asing di V.League.

Dia sama sekali tak mendukung usulan Park itu.

"Saya memahami perhatian Park, tapi itu mustahil," tegas Bae.

"Sebab, lihatlah K-League (Liga Korea), J-League (Liga Jepang), atau bahkan liga-liga Eropa, banyak klub besar memakai penyerang asing, tapi Tim Nasional mereka juga sangat kuat."

Jadi, imbuhnya, yang harus dipertanyakan adalah kenapa mereka bisa melakukan itu?

"Itu karena negara-negara yang saya contohkan sudah memiliki sistem Sepakbola yang mapan," ujar Bae.

Mereka tahu bagaimana melengkapi fasilitas, akademi Sepakbola sangat profesional.

Dengan demikian, dimungkinkan untuk menghasilkan generasi pemain berkualitas secara berkesinambungan.

Para pemain itu bisa bergabung ke klub luar negeri atau bersaing dengan penyerang asing di V.League.

"Kendati Demikian, di Vietnam sistem Sepakbola standar seperti itu belum dilakukan, jadi kelangkaan penyerang sudah pasti terjadi."

"Striker domestik tak memiliki level untuk meningkatkan mutu turnamen, akhirnya dibutuhkanlah legiun asing, itu tak bisa dihindari. Jadi, kali ini pendapat Park ngawur," ungkap Bae Ji-won.

Penilaian serupa disampaikan Diogo Pereira, penyerang asal Brasil yang pernah memperkuat 3 klub Vietnam, Becamex Binh Duong, Da Nang, dan Nam Dinh.

"Itu (usul Park) bukan ide yang bagus. Sebab, setiap klub di V.Leahue harus memiliki 1-2 penyerang asing utama untuk bisa membuat perbedaan dalam permainan," ujar Pereira.

"Andai saja liga ingin berkembang, maka penggunaan legiun asing adalah sebuah keharusan."

Pereira menambahkan, banyak solusi untuk Tim Nasional, seperti membuat kompetisi usia muda yang lebih serius.

"Menurut saya, jika penyerang domestik bagus, luar biasa, maka dia bisa sepenuhnya menggantikan pamain asing tanpa harus mengajukan usulan," ujar Pereira menyindir Park.



Share on: