Breaking News
Presiden Madura United : Andai Pemerintah Tak Memberi Izin, Lebih Baik Liga 1 2021 Dibubarkan Saja     Terus Merugi, 5 Klub Liga 1 Desak PT LIB Untuk Segera Gulirkan Kompetisi     Dukung Tim Bulutangkis Indonesia, Eks Pemain Timnas Ini Pukul TV Pakai Raket     Pelatih Persela Ungkap Kelebihan Timnas di Era Shin Tae-yong     Pemain Keturunan Jawa-Belanda Meninggal, Real Madrid dan Ajax Amsterdam Ucapkan Pesan Belasungkawa    
Menpora Sebut Perawatan Fasilitas Piala Dunia Jadi Tanggungjawab Pemerintah Daerah
29 Desember 2020 | 06:29 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bolasport.com ± 7 bulan yang lalu
286   x
Share on:
(Menpora Sebut Perawatan Fasilitas Piala Dunia Jadi Tanggungjawab Pemerintah Daerah) - @Bolasport.com - Ibu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali, dan Wakil Ketua PSSI, Iwan Budianto, sedang melakukan survei ke Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 18 September 2020.
Keterangan gambar : Menpora Sebut Perawatan Fasilitas Piala Dunia Jadi Tanggungjawab Pemerintah Daerah Ibu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali, dan Wakil Ketua PSSI, Iwan Budianto, sedang melakukan survei ke Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 18 September 2020. (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Perawatan Fasilitas Piala Dunia U-20 Diserahkan ke Pemerintah Daerah

Liga123 - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, berbicara perawatan stadion dan beberapa fasilitas untuk Piala Dunia U-20 2021 akan diserahkan ke pemerintah daerah.

Ada enam daerah yang ditunjuk untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yakni Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Keputusan itu ditetapkan setelah Piala Dunia U-20 2021 dibatalkan oleh FIFA dengan alasan pandemi Covid19 masih tinggi.

Meski demikian, Indonesia tetap dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 oleh FIFA.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan anggaran untuk renovasi menyambut Piala Dunia U-20 2021 pada Mei-Juni mendatang.

Beberapa renovasi stadion dan fasilitas lainnya langsung dikerjakan, bahkan ada yang sudah selesai.

Zainudin Amali mengatakan bahwa infrastruktur yang sudah dikerjakan akan selesai pada Maret 2021.

Dengan dibatalkannya Piala Dunia U-20 2021, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) akan tetap merawat dan memelihara fasilitas tersebut sampai akhir 2021.

"Untuk fasilitas-fasilitas yang sudah selesai direnovasi, itu dipersilahkan untuk digunakan," ujar Zainudin Amali.

Pria asal Gorontalo itu menambahkan, pada 2022 PUPR nantinya tidak akan merawat dan memelihara fasilitas itu.

Kata Zainudin Amali, pemerintah daerah yang harus bertanggung jawab.

"Kesepakatannya pada 2022, pemerintah daerah yang akan menanganinya secara masing-masing," ujar Zainudin Amali.

Adapun untuk akhir 2022, fasilitas untuk Piala Dunia U-20 2023 akan diserahkan kembali ke PUPR, Kemenpora, dan PSSI.

Nantinya dilihat dahulu apakah perlu renovasi lagi atau tidak.

"Apabila sudah diserahkan tapi masih ada perlu diperbaiki, maka PUPR memiliki kewajiban untuk memperbaikinya sampai dengan pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023," tutup Zainudin Amali.


Share on: