Breaking News
Tak Penuhi Regulasi, PSSI Berikan Dispensasi Khusus pada Persiraja     Pentolan Suporter Sriwijaya FC Masih Ragukan Bergulir nya Liga 1 dan 2     Saddil Ramdani Puasa Cetak Gol, Lini Depan Sabah FC jadi Sorotan     Skuad Persipura Belum Vaksin, PT LIB Buka Suara     Polri Tegaskan Belum Beri Izin Penyelenggaraan Liga 1 2021/2022    
Berkat Rokok Kretek, Legenda Timnas Indonesia Berhasil Dapatkan Jersey Maradona
27 November 2020 | 06:27 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bola.com ± 8 bulan yang lalu
127   x
Share on:
(Berkat Rokok Kretek, Legenda Timnas Indonesia Berhasil Dapatkan Jersey Maradona) - @Bola.com - Timnas Indonesia U20 saat menghadapi Argentina
Keterangan gambar : Berkat Rokok Kretek, Legenda Timnas Indonesia Berhasil Dapatkan Jersey Maradona Timnas Indonesia U20 saat menghadapi Argentina (Sumber gambar:@Bola.com)

Berkat Diplomasi Rokok Kretek, Tim Nasional Indonesia U-20 Pulangkan Jersey Diego Maradona di Piala Dunia U-20 1979


Liga123 - Bambang Nurdiansyah punya kisah menarik untuk diceritakan tentang Diego Maradonayang berkaitan dengan Sepakbola Indonesia. Siapa sangka, kedua pemain pernah berhadapan pada Piala Dunia U-20 1979 di Jepang.


Banur, panggilan Bambang, kala itu menjadi ujung tombak Tim Nasional Indonesia U-20. Sementara Diego Maradona, merupakan nyawa permainan Argentina.


Kedua tim, yang tergabung di Grup B, saling beradu kekuatan. Gampang ditebak, Tim Nasional Indonesia U-20 bakal menyerah dengan mudah. Benar saja, dwigol dari Diego Maradona plus hattrick Ramon Diaz membawa Argentina berpesta lima gol tanpa balas.


Selama Piala Dunia U-20 1979, Tim Nasional Indonesia U-19 menginap di hotel yang sama dengan Argentina dan Diego Maradona.


Sudah berhadapan di lapangan dan bertemu di hotel, tak ada satu pun pemain Tim Nasional Indonesia U-20 yang mampu bertukar jersey atau pun mendapatkan tanda tangan Diego Maradona. Kendati Demikian, kondisi ini tidak berlaku untuk sang Pelatih, Soetjipto Soentoro.


Berkat diplomasi rokok kretek dengan Pelatih (juru taktik) Argentina waktu itu, Cesar Luis Menotti, Soetjipto mampu memulangkan seragam Diego Maradona ke Indonesia.


Banur berkisah, Soetjipto menjadi dekat dengan Luis Menotti setelah Tim Nasional Indonesia U-20 satu hotel bareng Argentina. Keduanya kerap menghisap rokok bersama-sama.


Suatu waktu, Luis Menotti ditawari rokok kretek oleh Soetjipto. Dia ketagihan. Soetjipto lalu memberikannya sejumlah bungkus rokok kretek kepada pria asal Argentina itu.


Banur bercerita, sewaktu Tim Nasional Indonesia U-19 gugur di babak penyisihan dan hendak pulang ke Tanah Air, Soetjipto mendapatkan cinderamata dari Luis Menotti berupa seragam Diego Maradona di Piala Dunia U-20 1979.


"Sulit mendapatkan seragam Diego Maradona ketika itu. Justru yang dapat itu Pelatih (juru taktik) kami. Karena kami satu hotel dengan Argentina. Kendati Demikian, yang berikan jersey itu bukan orangnya langsung, justru Pelatih (juru taktik) Argentina, Luis Menotti. Jadi dia akrab dengan Mas Cipto. Sama-sama perokok. Dia disuruh hisap rokok kreteknya Mas Cipto," ujar Banur ketika dihubungi Bola.com, Kamis (26/11/2020).


"Mereka berdua lalu menjadi akrab. Mas Cipto dan Luis Menotti kan sama-sama perokok. Dicobain rokok kreteknya Mas Cipto oleh Luis Menotti. Akhirnya Luis Menotti suka. Dikasih lagi sama Mas Cipto. Jadi akrab mereka. Suatu saat, ketika mau pulang ke Indonesia, Mas Cipto dikasih jersey Diego Maradona," jelas Banur mengenang.


Diego Maradona, sosok yang buat skuad Tim Nasional Indonesia U-20 terpukau di Piala Dunia U-20 1979, kini telah pergi selama-lamanya. Legenda Sepakbola dunia ini mengembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (25/11/2020) waktu Argentina karena mengalami serangan jantung di usia yang ke-60.



Share on: