Breaking News
Terus Merugi, 5 Klub Liga 1 Desak PT LIB Untuk Segera Gulirkan Kompetisi     Dukung Tim Bulutangkis Indonesia, Eks Pemain Timnas Ini Pukul TV Pakai Raket     Pelatih Persela Ungkap Kelebihan Timnas di Era Shin Tae-yong     Pemain Keturunan Jawa-Belanda Meninggal, Real Madrid dan Ajax Amsterdam Ucapkan Pesan Belasungkawa     Kondisi Mental Para Pemain nya Terganggu, Ini yang Dilakukan Pelatih Persipura    
Debut Manis Mendiang Maradona Hadapi Timnas Indonesia
26 November 2020 | 17:23 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaDunia - @Bolasport.com ± 8 bulan yang lalu
138   x
Share on:
(Debut Manis Mendiang Maradona Hadapi Timnas Indonesia) - @Bolasport.com - Momen ketika Timnas Indonesia U-20 Menghadpai Argentina U-20
Keterangan gambar : Debut Manis Mendiang Maradona Hadapi Timnas Indonesia Momen ketika Timnas Indonesia U-20 Menghadpai Argentina U-20 (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Momen Debut Diego Maradona di Tim Nasional U-20 Argentina - Kalahkan Indonesia, Timnya Cetak 4 Gol dalam 15 Menit


Liga123 - Legenda Sepakbola dunia, Diego Maradona, mengawali debut bersama Tim Nasional U-20 Argentina dalam Piala Dunia Remaja 1979 melawan Indonesia.


Rentetan kabar duka di kalangan pemain sepakbola menjadi hal yang cukup sering didengar pada pengujung 2020.


Beberapa waktu lalu, publik Sepakbola Indonesia baru saja kehilangan legenda Tim Nasional Indonesia, Ricky Yacobi, yang meninggal dunia saat tengah bermain Sepakbola di Jakarta.


Kini, giliran pecinta Sepakbola dunia yang harus kehilangan salah satu putra terbaik yang menjadi ikon sejarah Sepakbola.


Legenda Sepakbola Argentina, Diego Maradona, diberitakan meninggal dunia pada Rabu (25/11/2020) malam WIB.


Media asal Argentina, Clarin, mengabarkan bahwa Diego Maradona meninggal dunia akibat serangan jantung seusai menjalani operasi otak pada 3 November lalu.


Mantan Pelatih (juru taktik) Tim Nasional Argentina itu menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 60 tahun.


Sebagai seorang legenda, Maradona tentu telah melalui banyak pertandingan fenomenal


Laga yang tak terlupakan tentu terjadi di Piala Dunia 1986, ketika tercipta momen ikonis Gol Tangan Tuhan.


Tak banyak diketahui, tujuh tahun sebelumnya, Diego Maradona pernah mampir ke sejarah Sepakbola Indonesia.


Maradona mencatatkan pengalaman debutnya bersama Tim Nasional U-20 Argentina dengan menghadapi Indonesia dalam ajang Piala Dunia Remaja 1979, yang menjadi cikal bakal Piala Dunia U-20.


Maradona sendiri sempat membagikan kenangan melawan Tim Nasional U-20 Indonesia lewat unggahan di akun Facebook pribadinya pada 28 Agustus silam.


Saat itu, eks pemain Barcelona itu dengan mudah mengalahkan Bambang Nurdiansyah Cs dengan skor 5-0.


"Kemarin, saya melihat Juan Simon dan Sergio Garcia mengingat debut kami di Piala Dunia Remaja di Jepang 1979. Dan saya tak bisa mengingatnya," tulisnya seperti dikutip Bolasport.com dari Facebook Maradona.


"Pertandingan pertama melawan Indonesia dan kami menang 5-0. Kami mencetak 4 gol dalam 15 menit, lalu kami lebih nyaman untuk pertandingan berikutnya," ujarnya lagi.


Maradona mengaku bahwa dalam laga tersebut ada pemain Tim Nasional U-20 Indonesia yang meminta kaosnya.


Memang, nama Diego Maradona saat itu sudah terkenal di kancah Sepakbola dunia.


Hanya saja, Maradona tak bisa memberikan kaosnya karena sudah berjanji untuk memberikan kaosnya kepada saudara-saudaranya.


"Ada salah satu dari mereka (pemain Tim Nasional Indonesia) yang meminta kaosku, tapi aku sudah berjanji pada saudara-saudaraku," tambahnya.


Tim Nasional U-20 Indonesia sendiri hanya mampu tampil sebagai pemanis dalam ajang kedua Piala Dunia Remaja tersebut.


Mundari Karya dkk menjadi juru kunci sekaligus lumbung gol setelah kebobolan 16 gol dari tiga laga menghadapi Argentina, Polandia, dan Yugoslavia.


Tim Garuda Nusantara harus pulang tanpa memperoleh satu pun kemenangan, bahkan tanpa mencetak satu gol pun.


Sebaliknya, Diego Maradona dan rekan-rekannya justru berjaya dalam turnamen tersebut.


Argentina sukses meraih gelar juara dan Diego Maradona juga dianugerahi gelar sebagai pemain terbaik di Piala Dunia Remaja 1979.


Kini, sang legenda telah meninggalkan dunia dengan segudang kenangan dan prestasi yang tak akan terlupakan.


Selamat jalan, Sang Maestro.



Share on: