Breaking News
Meski PPKM Diperpanjang, Persebaya Tetap Kebut Latihan     Hengkang dari Timnas Indonesia, Eks Asisten Shin Tae-yong Resmi Gabung Klub K-League 2     Latihan Perdana Pasca Libur, 7 Pemain Persela Masih Absen     Bantu Korban Terdampak Covid-19, Mantan Pemain Espanyol Ini Lelang Sepatunya     Pelatih Asal Belanda Ini Ungkap Kesalahan Sepakbola Indonesia dan Malaysia    
Demi Nafkahi Keluarga, Pemain Persik Kediri Ini Buka Bisnis Laundry
23 November 2020 | 04:37 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Tribun.bali.com ± 8 bulan yang lalu
415   x
Share on:
(Demi Nafkahi Keluarga, Pemain Persik Kediri Ini Buka Bisnis Laundry) - @Bola.com - Dany Saputra dan sang buah Hati
Keterangan gambar : Demi Nafkahi Keluarga, Pemain Persik Kediri Ini Buka Bisnis Laundry Dany Saputra dan sang buah Hati (Sumber gambar:@Bola.com)

Liga 1 Mandek, Pemain Persik Ini Beralih Tekuni Bisnis Laundry


Liga123 - Kekosongan kompetisi Liga 1 2021 akibat pandemi COVID-19 membuat banyak pemain sepakbola harus memutar otak menambah penghasilan.


Tak terkecuali pemain Persik Kediri, Dany Saputra yang memilih menekuni bisnis laundry.


Hal itu ia lakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga karena penghasilan dari Sepakbola berkurang.


Bapak satu anak ini mengaku sudah memulai usaha laundry di dekat rumahnya sejak pertama kali meneken kontrak bersama Persik Kediri.


Dany mengatakan bahwa dirinya tak butuh Pelatihan khusus untuk buka usaha laundry.


Hampir semua ilmunya didapatkan secara autodidak dan hanya berdasarkan sumber internet.


"Tetapi, saya pernah ikut workshop mengenai laundry. Kami ada komunitas pengusaha laundry di Kediri, jadi bisa saling membagi ilmu jika ada masalah seperti ini bagaimana menanganinya," jelasnya seperti dikutip Tribun Bai dari Bolasport.com.


Danny mengakui sedikit mengalami kendala ketika membuka bisnis laundry sekitar bulan Februari lalu.


Hal itu dikarenakan pandemi yang menyebar pada Maret hingga berdampak pada usahanya.


Kendati Demikian, seiring berjalannya waktu dan dibukanya PSBB, bisnis cuciannya kembali lancar.


"Karena sebagian pelanggan saya ini mahasiswa dan pekerja, jadi lumayan ramai," ungkapnya.


Tak tanggung-tanggung, omzet yang berhasil diraup dalam satu bulan bisa mencapai 8-12 juta rupiah.


Jumlah ini diperkirakan bisa bertambah ketika masa sudah new normal atau masa pandemi sudah berakhir.


"Saya dulu memulai usaha butuh uang sekitar 100 juta lebih. Itu sudah termasuk paket lengkap sabun dan lain-lain, namun belum termasuk untuk harga sewa toko," imbuhnya.


Dani membuka usaha tersebut bersama sang istri. Menurutnya usaha laundry lebih mudah dijalankan dan risikonya tidak terlalu besar.


“Sebenarnya itu ide lama dengan istri, memang kebetulan kami cari usaha di bidang jasa saja, jadi tidak terlalu banyak risiko,” ujarnya.


Mantan Pemain Persija ini tak takut jika suatu saat nanti usaha yang dijalani mengalami bangkrut atau gagal.


Kendati demikian, ia berharap usahanya tetap langgeng dan semakin sukses sehingga bisa menjadi modal ketika gantung sepatu.


"Kalau namanya bisnis, pilihannya kalau tak untung ya pasti bangkrut dan saya sudah siap mengenai hal itu. Kalau bisnis ini sukses, pasti jadi modal berharga untuk masa depan nanti," ungkapnya.


"PeSepakbola rata-rata bermain cuma maksimal sampai 40 tahun saja. Kemudian mereka akan menganggur. Kalau sekarang tidak pintar-pintar cari usaha, ke depannya pasti sulit," pungkasnya.



Share on: