Breaking News
Presiden Madura United : Andai Pemerintah Tak Memberi Izin, Lebih Baik Liga 1 2021 Dibubarkan Saja     Terus Merugi, 5 Klub Liga 1 Desak PT LIB Untuk Segera Gulirkan Kompetisi     Dukung Tim Bulutangkis Indonesia, Eks Pemain Timnas Ini Pukul TV Pakai Raket     Pelatih Persela Ungkap Kelebihan Timnas di Era Shin Tae-yong     Pemain Keturunan Jawa-Belanda Meninggal, Real Madrid dan Ajax Amsterdam Ucapkan Pesan Belasungkawa    
Lika-liku Karir Yeyen Tumena dari Pemain Sepakbola, PNS, Komentator, Pemain Futsal hingga Pelatih Timnas
23 Januari 2021 | 09:33 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bola.net ± 6 bulan yang lalu
2 k   x
Share on:
(Lika-liku Karir Yeyen Tumena dari Pemain Sepakbola, PNS, Komentator, Pemain Futsal hingga Pelatih Timnas) - @Bola.net - Yeyen Tumenna saat bertugas sebagai Pelatih Timnas Senior Indonesia
Keterangan gambar : Lika-liku Karir Yeyen Tumena dari Pemain Sepakbola, PNS, Komentator, Pemain Futsal hingga Pelatih Timnas Yeyen Tumenna saat bertugas sebagai Pelatih Timnas Senior Indonesia (Sumber gambar:@Bola.net)

Petualangan Yeyen Tumena: Pemain Sepak Bola, Futsal, Komentator, Dirtek, Hingga Pelatih

Liga123 - Yeyen Tumena punya karir lengkap di Sepakbola Indonesia. Bukan hanya sebagai Pelatih (juru taktik) dan pemain, Yeyen Tumena juga pernah menjadi direktur teknik, komentator, hingga pengurus organisasi.

Nama Yeyen Tumena bersinar saat membela PSM Makassar. Usai membawa PSM juara liga pada 1999/2000, Kesuksesan di tim ayam jantan membawa yeyen menembus Tim Nasional senior indonesia, setelah itu yeyen pindah ke Persikota Tangerang.

Klub yang mempunyai julukanan Bayi Ajaib ini tak hanya memakai jasanya sebagai pemain, Yeyen juga mendapat status sebagai pegawai Dinas Tata Kota dan Bangunan Pemkot Tangerang.

"Selain gaji di Persikota, saya juga mendapat tambahan sebesar Rp1 juta perbulan sebagai pegawai Pemkot Tangerang," kenang Yeyen dalam channel Youtube Minangsatu.

Tim Nasional Futsal dan Tinggalkan PNS

Yeyen tergabung di Persikota sampai jelang musim 2003. Di periode ini, Yeyen sempat memperkuat Tim Nasional Futsal di Piala Asia 2002. Kala itu, Indonesia yang menjadi tuan rumah belum memiliki pemain yang khusus menggeluti cabang futsal.

Alhasil, PSSI mengunakan jasa pemain Sepakbola yang masih berkiprah di Liga Indonesia, termasuk Yeyen. Selepas memperkuat Tim Nasional futsal di Piala Asia, Yeyen mendapat tawaran dari manajemen Perseden Denpasar.

Ia pun berinsiatif menemui atasannya di Dinas Tata Kota dan Bangunan Pemkot Tangerang untuk mengajukan izin cuti selama setahun. Tapi, permintaan itu ditolak. Yeyen pun akhirnya memberi keputusan memilih tawaran Perseden. Terlebih lagi kontrak yang ditawarkan Perseden nilainya sama dengan gaji Yeyen selama 10 tahun sebagai pegawai.

"Waktu itu saya berpikir kapan lagi bisa bermain bergabung klub Bali. Selain bermain, saya juga mendapat kesempatan menikmati indahnya wisata Bali saat libur latihan. Terlebih lagi Paulus Krey, rekan saya di timas futsal juga ikut merayu saya," papar Yeyen Tumena.

Gelar Juara, Pelatih, dan Dirtek

Yeyen Tumena hanya semusim bersama Perseden di Liga Indonesia 2003. Kemudian, ia mendapat tawaran dari manajemen Persebaya Surabaya jelang musim 2004.

Bajul Ijo ditangani Jacksen Tiago, rekan setimnya di PSM pada Liga Indonesia 1995-1996. Juga ada Hendro Kartiko dan Kurniawan Dwi Yulianto yang bersama Yeyen mempersembahkan trofi juara buat PSM di musim 1995-1996.

"Saat itu saya merasa ada peluang kembali juara bersama Hendro dan Kurniawan. Terbukti Persebaya akhirnya juara," ungkap Yeyen.

Semusim bersama Persebaya, Yeyen kemudian berturut-turut memperkuat PSMS Medan, Persija Jakarta dan Persma Manado. Di klub terakhir, Yeyen memberi keputusan gantung sepatu dan menjadi staf marketing di PSSI bagian promosi.

Pada periode ini, Yeyen juga menambah ilmu Sepakbolanya dengan mengikuti kursus kePelatihan. Yeyen sempat menjadi Direktur Teknik Bhayangkara FC dan bersatus carateker Pelatih (juru taktik) Tim Nasional Indonesia.

Komentator dan Organisasi

Kini, selain menjadi komentator Sepakbola pada sejumlah televisi swasta, Yeyen juga disibukkan dengan statusnya sebagai Ketua Asosiasi Pelatih (Juru Taktik) Profesional Sepak Bola Indonesia (APPSI).

"Misi utama APPSI adalah sebagai wadah advokasi, mengangkat harkat dan martabat Pelatih (juru taktik) lokal Indonesia."

Menurut Yeyen, saat ini jumlah Pelatih (juru taktik) yang terdaftar di APPSI mencapai 2.000 orang.

"Jumlah itu bisa mencapai 3.000 orang kalau ditambah dengan jumlah Pelatih (juru taktik) di level grassroots," terang Yeyen.

Yeyen menambahkan, di level akar rumput masih banyak Pelatih (juru taktik) sekolah Sepakbola yang belum berlisensi karena kendala informasi atau biaya. Itulah mengapa sebagai ketua APPSI, Yeyen terus mendorong Pemerintah dan PSSI mengadakankursus kePelatihan secara gratis.


Share on: