Breaking News
Hengkang dari Timnas Indonesia, Eks Asisten Shin Tae-yong Resmi Gabung Klub K-League 2     Latihan Perdana Pasca Libur, 7 Pemain Persela Masih Absen     Bantu Korban Terdampak Covid-19, Mantan Pemain Espanyol Ini Lelang Sepatunya     Pelatih Asal Belanda Ini Ungkap Kesalahan Sepakbola Indonesia dan Malaysia     Cerita Diego Michiels Tinggalkan Belanda Demi Timnas Indonesia    
Demi Timnas Indonesia, Mursyid Effendi Rela Nama nya Tercoreng
22 Januari 2021 | 15:18 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bola.com ± 6 bulan yang lalu
447   x
Share on:
(Demi Timnas Indonesia, Mursyid Effendi Rela Nama nya Tercoreng) - @Bola.com - Mantan pemain Persebaya Surabaya, Mursyid Effendi.
Keterangan gambar : Demi Timnas Indonesia, Mursyid Effendi Rela Nama nya Tercoreng Mantan pemain Persebaya Surabaya, Mursyid Effendi. (Sumber gambar:@Bola.com)

Mengenang Gol Bunuh Diri di Piala Tiger 1998, Mursyid Effendi: Saya Melakukannya Demi Tim Nasional Indonesia

Liga123 - Sosok Mursyid Effendi pernah menjadi buah bibir saat melakukan gol bunuh diri ketika Tim Nasional Indonesia kalah 2-3 dari Thailand pada partai terakhir Grup A Piala Tiger 1998, di Stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh City, 31 Agustus 1998 silam.

Mursyid dinilai melakukan gol bunuh diri itu secara sengaja dan membuatnya dijatuhi larangan tampil seumur hidup di level internasional. Meski sudah puluhan tahun berlalu, Mursyid Effendi mengaku tak bisa melupakan peristiwa itu.

Sampai saat ini, ia mengaku tak pernah menerima surat sanksi dari FIFA. "Saya akan terus mengingatnya sampai akhir hayat," ujar Mursyid dalam channel YouTube Pinggir Lapangan.

Menurut Mursyid apa yang dilakukannya merupakan kesepakatan bersama tim. Di mana saat itu, Tim Nasional Indonesia yang lagi memimpin klasemen Grup A harus kalah agar terhindar dari tuan rumah Vietnam.

Dalam briefing tim yang dilakukan pada pagi hari sebelum pertandingan melawan Thailand, manejer tim Andrie Amien dan Rusdi Bahalwan (Pelatih) juga memberi tahu kepada pemain agar mengalah dari Thailand.

"Sebenarnya saya tahu rencana itu tak benar. Tapi, sebagai pemain yang masuk Tim Nasional Indonesia karena peran Pelatih, saya tidak protes saat tim melakukan briefing," ujar Mursyid.

Demi Tim Nasional Indonesia

Mendiang Rusdi saat itu memasukkan pemain bawaannya dari Persebaya untuk mendominasi materi Tim Garuda. Dari 20 pemain yang masuk skuad, sembilan diantaranya berasal dari Persebaya. Selain Mursyid ada Hendro Kartiko, Bejo Sugiantoro, Yusuf Ekodono, Khairil Anwar, Uston Nawawi, Anang Ma’ruf, Hartono, dan Aji Santoso.

Kejadian yang menjadi noda hitam Tim Nasional Indonesia itu pun terjadi pada malam harinya. Saat kedudukan imbang 2-2, Mursyid melakukan gol bunuh pada pengujung pertandingan.

"Awalnya, bukan saya yang harus melakukannya (gol bunuh diri). Ada Kuncoro dan Aji Santoso. Tapi, saya yang akhirnya yang melakukannya setelah mendapat intruksi dari Aji. Kalau tidak percaya, silakan tanya kepada saksi yang masih hidup," tegas Mursyid.

Mursyid menambahkan usai pertandingan, perasaannya biasa aja. Terlebih lagi, ia melakukannya demi membantu Tim Nasional Indonesia terhindari dari Vietnam.

"Pak Andrie dan Pak Rusdi juga menenangkan saya dengan berbicara tidak ada masalah," papar Mursyid.

Pada fase semifinal Piala Tiger 1998, Mursyid sempat dimainkan selama 15-20 menit saat Tim Nasional Indonesia dikalahkan Singapura dengan skor 1-2.

Menjadi Pelatih

Meski mengaku sempat terpukul setelah mendapat diberi tahu manajemen Persebaya terkait sanksi dari FIFA, Mursyid mengaku menguatkan hatinya dan merasa menjadi tumbal demi keinginan Tim Nasional Indonesia saat itu menghindari Vietnam.

"Saya pun melakukannya bukan karena disuap. Karena kalau menerima suap tidak mungkin saya bisa awet di Persebaya," tegas Mursyid yang hanya bisa bermain di level nasional setelah mendapat sanksi itu.

Belakangan, setelah pensiun sebagai pemain, Mursyid beralih profesi sebagai Pelatih. Pencapaian terbaiknya adalah membawa tim Jatim meraih medali emas cabang Sepakbola di PON Remaja 2016, serta juara Liga 3 Jatim bersama Persiga Trenggalek pada 2018.

Pada tahun yang sama, ia mendapatkan sertifikat Pelatih (juru taktik) lisensi C-AFC. "Saya merasa hukuman sanksi itu sudah selesai setelah mendapatkan sertifikat itu," pungkas Mursyid.


Share on: