Breaking News
Tak Penuhi Regulasi, PSSI Berikan Dispensasi Khusus pada Persiraja     Pentolan Suporter Sriwijaya FC Masih Ragukan Bergulir nya Liga 1 dan 2     Saddil Ramdani Puasa Cetak Gol, Lini Depan Sabah FC jadi Sorotan     Skuad Persipura Belum Vaksin, PT LIB Buka Suara     Polri Tegaskan Belum Beri Izin Penyelenggaraan Liga 1 2021/2022    
Perihal Isu Suap PSSI, Ahmad Haris : Apa Salah Kalo Mau Bisnis !
21 Desember 2020 | 04:43 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bolalob.com ± 8 bulan yang lalu
1 k   x
Share on:
(Perihal Isu Suap PSSI, Ahmad Haris : Apa Salah Kalo Mau Bisnis !) - @Bolalob.com - Ahmad Haris Mantan Pengurus Sriwjaya FC yang Diduga menyuap PSSI
Keterangan gambar : Perihal Isu Suap PSSI, Ahmad Haris : Apa Salah Kalo Mau Bisnis ! Ahmad Haris Mantan Pengurus Sriwjaya FC yang Diduga menyuap PSSI (Sumber gambar:@Bolalob.com)

Achmad Haris dan Djoko Purwoko Bantah Tudingan Jual-Beli Jabatan Manajer Tim Nasional U-19

Liga123 - PSSI kembali diterpa isu miring terkait praktik suap dan jual-beli jabatan tertentu. Kali ini muncul isu terkait dugaan praktik jual-beli jabatan Manajer Tim Nasional U-19 Indonesia yang menyeret nama Achmad Haris dan Djoko Purwoko.

Achmad Haris yang merupakan eks Sekretaris Sriwijaya FC disebut memberi uang pelicin kepada PSSI supaya Dodi Reza Alex Noerdin bisa menjadi Manajer Tim Nasional U-19 yang akan berlaga di gelaran Piala Dunia U-20 tahun depan.

Rumor tersebut berawal dari unggahan foto kuitansi bukti pembayaran uang senilai 100 ribu dolar Singapura atau setara Rp1 Miliar yang beredar di media sosial. 

Kendati Demikian, Haris dengan tegas membantah semua tuduhan yang ditujukan kepadanya.

"Sekarang gini, ya, yang tertera di kuitansi itu apa tulisannya? Itu tiket Piala Dunia dan cuma sekadar bisnis. Apa salah kalau mau bisnis?" ujar Haris saat dihubungi wartawan.

Bantahan juga datang dari Djoko Purwoko yang disebut-sebut sebagai penerima suap.

Djoko merasa isu ini dihembuskan secara sengaja oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan kepemimpinan Mochamad Iriawan alias Iwan Bule di PSSI.

"Mungkin saya orang yang dipandang tegak lurus, jadi dicari-cari nama saya. Ini mungkin politik yang tidak suka PSSI," ujar Djoko Purwoko.

"Kuitansi itu juga tidak ada kaitannya (dengan narasi jual-beli jabatan Manajer). Memang tidak boleh pesan tiket jauh-jauh hari? Saya pernah juga tinggal di luar negeri pesan tiket Liga Champions. Saya orang bola dan paham bagaimana pemesanan tiket," ujarnya.

"Sangat bohong (jual-beli jabatan). Itu orang-orang politik dari pihak yang tidak suka Pak Dodi dan pak Ketum PSSI. Saya juga pernah ada di Ketua Umum PSSI era Edy Rahmayadi, ya, kurang lebih begitu saja, polanya sama," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Sekjen (Sekretaris Jendral) PSSI Yunus Nusi memilih menanggapi rumor ini dengan santai.

Menurutnya, sudah dari dulu PSSI selalu dikait-kaitkan dengan isu seperti itu.

"Biasanya sampai puluhan miliar, tumben ini hanya Rp1 miliar. Sudah puluhan tulisan tentang masalah seperti ini beredar. Kami tidak pernah menanggapinya. PSSI sudah biasa dengan isu seperti ini. Jadi tidak butuh ada penjelasan dari kami," ujar Yunus Nusi.


Share on: