Breaking News
Cerita Diego Michiels Tinggalkan Belanda Demi Timnas Indonesia     Pilar Asing Persela Ungkap Perbedaan Liga Malaysia dan Liga Indonesia     Tim Rival Akan Gelar TC 5 Agustus, Timnas Indonesia Masih Tunggu PPKM     Greysia/Aprian Raih Medali Emas, Klub Liga 1 Kompak Ucapkan Selamat     Greysia Polli/Apriyani Rahayu Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020    
Juru Gedor Timnas U-19 Ini Ungkap Perlakuan Shin Tae-yong Pada Para Pemain Selama TC di Spanyol
21 Januari 2021 | 15:43 WIB oleh Amirul Mukminin
TimnasIndonesia - @Bola.net ± 6 bulan yang lalu
410   x
Share on:
(Juru Gedor Timnas U-19 Ini Ungkap Perlakuan Shin Tae-yong Pada Para Pemain Selama TC di Spanyol) - @Bola.net - Pemain depan Timnas U-19, Saddam Gaffar (kanan),saat berebut bola dengan pemain Qatar U-19.
Keterangan gambar : Juru Gedor Timnas U-19 Ini Ungkap Perlakuan Shin Tae-yong Pada Para Pemain Selama TC di Spanyol Pemain depan Timnas U-19, Saddam Gaffar (kanan),saat berebut bola dengan pemain Qatar U-19. (Sumber gambar:@Bola.net)

Disiplin Ketat Shin Tae-yong di Tim Nasional Indonesia U-19, Telat Latihan Denda 1 Juta

Liga123 - Pelatih (Juru Taktik) Shin Tae-yong menerapkan aturan ketat untuk para pemain Tim Nasional Indonesia U-19. Pelatih (Juru Taktik) asal Korea Selatan itu begitu mengutamakan kedisiplinan.

Hal ini diutarakan oleh salah satu pemainnya, yakni Saddam Gaffar. Menurutnya, Shin Tae-yong menerapkan denda hingga pencoretan untuk para pemain yang telat mengikuti setiap kegiatan Tim Nasional Indonesia U-19. Pada sesi latihan, misalnya, jika ada personel yang telat hadir, risikonya didenda Rp1 juta.

Tangan besi Shin Tae-yong di Tim Nasional Indonesia U-19 pun sudah memakan korban. Sejumlah pemain dipulangkan dari Training Camp gara-gara tindakan indisipliner. Kendati Demikian, dari kedisiplinan ala Shin Tae-yong itu, Saddam mengaku banyak memetik pelajaran.

Menempa Mental

"Lebih banyak ke mental dan disiplin. Kalau saya sudah lelah, lebih dipaksa lagi dan tidak mudah nyerah, lalu juga kedisiplinan dengan waktu," ujar Saddam.

"Telat sedikit saja, langsung kena denda berupa uang. Nominal dendanya berbeda-beda. Kalau telat latihan, denda Rp1 juta. Telat kegiatan lain, dendanya Rp300 ribu. Paling jelek bisa dipulangkan dari Tim Nasional Indonesia U-19," imbuh penyerang PSS Sleman tersebut.

Pengalaman di Spanyol

Saddam dan Tim Nasional Indonesia U-19 baru kembali dari Spanyol setelah tiga minggu mengadakanTraining Camp. Selama di Negeri Matador, pemain berusia 19 tahun itu mengaku melahap latihan fisik secara rutin.

"Coach Shin Tae-yong lebih menekankan untuk meningkatkan mental, kedisiplinan, dan fisik supaya tidak mudah menyerah," jelas Saddam.

"Selama tiga minggu di Spanyol cuma latihan dan gim internal dua kali. Soalnya di sana di lockdwon. Sebenarnya ada rencana Ujicoba /Training Match, namun tidak mendapatkan izin dari pemerintah setempat jadi diganti dengan gim internal," imbuhnya.


Share on: