Breaking News
Kasus Ezra Walian Beres, PSSI Berpeluang Buka Kran Pemain Naturalisasi     Pertajam Lini Depan, Resmi MU Ikat Mantan Bomber Barito Putera     Kecewa dengan Oknum yang Rugikan Persipura, Jakcsen F Tiago Berfikir untuk Mundur     Dapat Restu dari FIFA, PSSI Pastikan Ezra Walian dapat Bela Timnas Indonesia     Setelah Lama Menghilang, Arema FC Berencana Kembali Gunakan Jasa Kurnia Meiga    
Kualifikasi Pra Piala Dunia : Malaysia Berpeluang Besar Kehilangan 6 Poin, Ini Penjelasan nya
17 Mei 2021 | 19:44 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaAsia - @Skor.Id ± 28 hari yang lalu
12 k   x
Share on:
(Kualifikasi Pra Piala Dunia : Malaysia Berpeluang Besar Kehilangan 6 Poin, Ini Penjelasan nya) - @Skor.Id - Penyerang timnas Malaysia, Safawi Rasid diapit dua pemain timnas Indonesia, Yanto Basna (terjatuh) dan Ricky Fajrin pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 19 November 2019
Keterangan gambar : Kualifikasi Pra Piala Dunia : Malaysia Berpeluang Besar Kehilangan 6 Poin, Ini Penjelasan nya Penyerang timnas Malaysia, Safawi Rasid diapit dua pemain timnas Indonesia, Yanto Basna (terjatuh) dan Ricky Fajrin pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 19 November 2019 (Sumber gambar:@Skor.Id)

Gara-gara Korea Utara, 2 Kemenangan Malaysia atas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Bisa Hilang

Liga123 - Nasib Tim Nasional Malaysia saat ini berada di ujung tanduk akibat keputusan Korea Utara mundur dari Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023.

Dimana Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Korea Utara memilih mundur dari ajang tersebut karena pandemi Covid19 yang masih melanda dunia.

Langkah tersebut berpeluang ikut mengganjal langkah Tim Nasional Malaysia untuk lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Menurut penjelasan Sekretaris Jenderal (Sekjen) AFC, Datuk Windsor John, pihaknya akan merujuk kepada FIFA untuk mengambil keputusan.

Sebab, apabila merujuk pada peraturan 6 AFC, kemungkinan hasil pertandingan melawan tim peringkat terbawah di semua grup tidak akan dihitung.

“Andai saja menurut aturan AFC, pertandingan tim terbawah di semua grup tidak akan dihitung,” kata Datuk Windsor John, dikutip dari Harian Metro.

"Tetapi itu jika di level Asia, sementara sekarang melibatkan FIFA," ungkapnya menambahkan.

Kendati Demikian demikian, Windsor memperkirakan bahwa FIFA akan mengambil metode lain untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Hal ini turut mempertimbangkan situasi sekarang karena setiap tim rata-rata hanya menyisakan tiga pertandingan.

“Karena itu, saya tidak bisa berbicara aturan itu akan diberlakukan atau mungkin FIFA punya alternatif lain untuk menyelesaikannya,” ujarnya.

Andai saja merujuk aturan 6 AFC, mundurnya Korea Utara akan berdampak buruk pada semua tim yang bersaing, termasuk Tim Nasional Malaysia.

Sebab, ada kemungkinan dua kemenangan Tim Nasional Malaysia atas Indonesia di Grup G tidak akan dihitung.

Sehingga, skuad Harimau Malaya yang saat ini mengumpulkan sembilan poin akan dikurangi menjadi tiga poin.

Padahal, dengan jumlah poin awal, Tim Nasional Malaysia untuk sementara berada di peringkat kedua klasemen Grup G.

Harimau Malaya hanya terpaut dua poin dari Tim Nasional Vietnam yang saat ini merajai puncak klasemen sementara.

Apabila situasi semacam itu terjadi, maka anak asuh Tan Cheng Hoe akan kehilangan peluang besar untuk lolos ke babak selanjutnya.

Maka, satu-satunya cara mereka untuk menjaga kans lolos ke babak selanjutnya ialah meraih kemenangan sebanyak mungkin pada tiga laga sisa di Grup G.

Mereka akan menjalani tiga laga sisa melawan Tim Nasional Uni Emirat Arab (3 Juni 2021), Vietnam (11 Juni 2021), dan Thailand (15 Juni 2021).


Share on: