Breaking News
Angka Covid-19 di Jateng Tinggi, Piala Walikota Solo Resmi Ditunda     Dapat Restu, Kiper Arema FC Selangkah Lagi Berkostum AHHA PS Pati FC     Shin Tae-yong : Jika Semua Bermain Seperti Asnawi, Sepak Bola Indonesia Akan Berubah     Kejutan, Persipura Tunjuk Putri Presiden Soekarno Jadi Ketua Dewan Pembina     AHHA PS Pati FC Kumpulkan Pemain Indisipliner Ini Komentar Atta Halilintar    
Mantan Pemain Timnas Brasil ini Sebut Sepakbola Indonesia Andalkan Kecepatan dan Suka Lari
07 Mei 2021 | 04:16 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Suara.com ± 1 bulan yang lalu
514   x
Share on:
(Mantan Pemain Timnas Brasil ini Sebut Sepakbola Indonesia Andalkan Kecepatan dan Suka Lari) - @Bolasport.com - Hugo Gomes Dos Santos saat memperkuat Timnas Brasil U-20
Keterangan gambar : Mantan Pemain Timnas Brasil ini Sebut Sepakbola Indonesia Andalkan Kecepatan dan Suka Lari Hugo Gomes Dos Santos saat memperkuat Timnas Brasil U-20 (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Hugo Gomes Ungkap Perbedaan Sepak Bola Indonesia dan Brasil

Liga123 - Gelandang Madura United asal Brasil, Hugo Gomes dos Santos Silva, menilai ada perbedaaan mendasar tentang bagaimana Sepakbola dimainkan antara di Indonesia dengan di kampung halamannya.

"Sepak bola di Indonesia lebih mengandalkan kecepatan, suka lari, dan lari," ujar pemain yang akrab disapa Jaja itu dalam laman resmi Madura United seperti dimuat Antara, Kamis (7/5/2021).

"Kalau di Brasil itu lebih sering mengumpan, tidak lama-lama menguasai bola, lebih ke teknik. Hanya 1-2 pemain yang lama menguasai bola," ujarnya membandingkan.

Selain perbedaan di atas lapangan, gelandang yang pernah memperkuat Brasil dalam Piala Dunia U-20 2015 itu mengagumi euforia atmosfer Sepakbola Indonesia, terutama cara suporter menghargai para pemain profesional.

"Senang saya di sini, banyak yang minta foto saat bertemu. Ini wujud penghargaan dan euforia Sepakbola di Indonesia sangat luar biasa," pungkas Jaja.

Turnamen pramusim Piala Menpora 2021 menjadi penampilan perdana Jaja bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Benua Asia.

Kendati Demikian Sayang, pemain bernomor jersey 8 itu belum mampu menandai debutnya di Indonesia dengan statistik mentereng.

Pemain berusia 25 tahun itu gagal mengantarkan Laskar Sape Kerrab lolos dari fase penyisihan grup dan berakhir menjadi juru kunci Grup C dengan raihan satu kemenangan, satu hasil imbang dan dua kekalahan.


Share on: