Breaking News
Produk Sepatu nya Laku 1500 Pasang, Hamka Hamzah : Ini Diluar Ekspetasi Saya     Pelatih Asal Belanda Ini Akui Tolak Tawaran Klub Australia Demi Persib Bandung     Gabung Persis Solo, Abduh Lestaluhu Akui Luluh dengan Bujukan Agen Pemain     Resmi Masuk Skuad Jong Utrecht, Ini Target Bagus Kahfi     Dipenuhi Para Pemain Bintang, Persis Solo Justru Tak Bayar Gaji Mantan Karyawan nya    
Adu Strategi 4 Pelatih Asing dan 4 Pelatih Lokal di Perempatfinal Piala Menpora 2021
08 April 2021 | 06:43 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Skor.Id ± 4 bulan yang lalu
942   x
Share on:
(Adu Strategi 4 Pelatih Asing dan 4 Pelatih Lokal di Perempatfinal Piala Menpora 2021) - @Indosport.com - Logo Piala Menpora 2021
Keterangan gambar : Adu Strategi 4 Pelatih Asing dan 4 Pelatih Lokal di Perempatfinal Piala Menpora 2021 Logo Piala Menpora 2021 (Sumber gambar:@Indosport.com)

Perempat Final Piala Menpora 2021: Pembuktian 4 Pelatih (Juru Taktik) Asing dan 4 Arsitek Lokal

Liga123 - Ada delapan nama yang terbagi rata masing-masing empat, Pelatih (juru taktik) lokal dan asing, di perempat final Piala Menpora 2021.

Kenyataan ini jelas membuktikan kalau racikan strategi Pelatih (juru taktik) tak dominan hanya dikuasai arsitek impor saja.

Skor.id akan membedah persaingan laga perempat final Piala Menpora 2021 khususnya terkait Pelatih (juru taktik) yang menangani tim di babak 8 besar.


Laga ini akan mempertemukan dua tim dengan status "sama" termasuk dengan catatan hasil di fase sebelumnya.

Baik PSIS maupun PSM, mereka tak pernah kalah selama penyisihan dengan catatan produktivitas gol tak jauh beda.

Untuk PSIS Semarang, skuad Mahesa Jenar ditangani Pelatih (juru taktik) asing dari Montenegro Dragan Djukanovic.

Sempat kena kartu merah pada laga pertama Piala Menpora 2021, Dragan harus berterima kasih kepada Asistennya, Imran Nahumarury.

Sebab, Imran adalah Asisten Pelatih (juru taktik) yang mampu "meramu" tim dengan baik saat Dragan menjalani sanksi tak bisa mendampingi tim.

Hanya saja, pengalaman serta kapasitas Dragan memang cukup mumpuni termasuk keputusan banyak memainkan pilar muda sebagai kekuatan starter Mahesa Jenar.

Mantan Pelatih (juru taktik) Pusamania Borneo FC (kini Borneo FC) itu punya kans membawa timnya melaju lebih jauh pada ajang ini.

Sedangkan lawannya, PSM Makassar, datang ke turname pramusim ini jauh dari kata diunggulkan.

Kendati Demikian, Syamsuddin Batolla bersama Asistennya, Budiardjo Thalib mampu meramu kekuatan full lokal pasukan Juku Eja sebagai tim yang punya ciri khas kuat.

PSM Makassar asuhan Syamsuddin Batolla banyak dinilai sangat Juku Eja "banget" sehingga menang atas Persija pada partai pertama penyisihan bukan kejutan besar.

Syamsuddin Batolla yang juga lama bermain untuk PSM Makassar "menurunkan" semangat permainan ala PSM Makassar yang keras dan rapi kepada Zulkifli Sukur Cs.


Dua klub yang suporternya dekat ini akan bertemu di perempat final Piala Menpora 2021.

Sama dengan partai PSIS vs PSM, Persibmelawan Persebaya adalah duel adu strategi Pelatih (juru taktik) asing lawan lokal.

Aji Santoso yang mendapatkan dua kemenangan, sekali imbang, plus sekali tumbang di Grup C, dinilai sukses sejauh ini memainkan kekuatan muda Persebaya.

Meski tetap mengandalkan pemain senior, keputusan Aji berani menurunkan pemain belia minim pengalaman seperti Akbar Firmansyah, Muhammad Kemaluddin, serta Dicky Kurniawan.

Hasilnya, para pemain muda ini mampu tampil maksimal. Dilain sisi, pemain baru Persebaya seperti Ady Setiawan, Samsul Arif, serta Reva Adi Utama juga dibuat Aji langsung nyetel.

Sebagai eks pemain, Aji Santoso seolah-olah mengembalikan ruh pasukan Bajul Ijo yang sering menelurkan pemain muda dan permainan yang sulit diduga lawan.

Persebaya juga mampu tampil apik dan solid setelah ditinggal sejumlah bintangnya seperti Irfan Jaya serta Hansamu Yama Pranata plus tanpa legiun asing.

Beda Persebaya, lain pula Persib. Robert Rene Alberts selalu bulang ajang ini diikuti skuad Maung Bandung dengan target "santai".

Meski demikian, Persib menjadi pemuncak Grup D dengan mengungguli Bali United yang jadi runner-up.

Pelatih (Juru Taktik) asal Belanda ini sama dengan Aji Santoso, memainkan hampir semua pemain yang dibawa. Hanya bedanya, komposisi pemain Persib memang hampir tak berubah dari 2020.

Persib juga memakai legiun asing lama mereka minus Geoffrey Castilion saja. Artinya, Persib lawan Persebaya untuk berebut tiket semifinal jadi ujian bagi Robert.


Duel dua tim beda pulau ini akan mempertemukan racikan strategi dua Pelatih (juru taktik) lokal. Djadjang Nurdjaman dari Barito Putera dan Sudirman, mentor Persija.

Barito Putera ke perempat final dengan catatan main tampa pernah kalah dan sempat memiliki comeback sukses saat bertemu PSIS di laga pertama.

Seolah telat panas dan tertinggal 0-3 di babak pertama, Djadjang Nurdjaman punya "suntikan" hebat saat jeda lalu anak asuhnya membuat gol pascaturun minum.

Dengan kekuatan campuran, pemain lokal berpengalaman plus sejumlah pilar muda dan satu pemain sepakbola impor, Laskar Antasari cukup solid.

Djanur, sapaan Djadjang, yang dikenal Pelatih (juru taktik) cerdik juga menunjukkan betapa timnya datang ke ajang ini dengan kualitas permainan yang tak bisa dianggap biasa.

Dari Persija, Sudirman sempat dikecam saat anaka asuhnya di luar dugaan kalah dari PSM Makassar saat laga perdana fase awal turnamen.

Kendati Demikian selepas itu, dua pertandingan Persija dimenangi mereka dan tekanan ke Sudirman mulai berkurang.

Sebagai penerus Sergio Farias, Sudirman sebenarnya memiliki kedalaman skuad yang tak beda jauh dari sebelumnya hanya kehilangan Evan Dimas saja.

Yang pasti, kekuatan Persija bersama Sudirman di perempat final makin komplet dengan kehadiran Rohit Chand. Mereka pun tim yang paling lengkap legiun asingnya, sama seperti 2020.

Kapasitas Sudirman pun diuji saat Persija bertemu Barito Putera, ini tentu jadi tes lanjutan baginya.


Pertarungan Pelatih (juru taktik) asing dengan pengalaman sama bagusnya di Liga Indonesia tersaji saat PS Sleman bertemu Bali United.

Dejan Antonic sempat dikritik fan klubnya dan trending via Twitter dengan tagar Dejan Out.

Kendati Demikian perlahan, PS Sleman mampu membuktikan kapasitas mereka untuk bisa jalan jauh di turnamen pramusim ini.

Skuad Elang Jawa pun memungkasi laga Grup C dengan menang atas Persebaya lalu lolos ke perempat final sebagai juara pool.

Ujian lanjutan pun dihadapi PS Sleman dan racikan strategi Dejan bakal bertemu dengan permainan mapan Bali United di babak 8 besar.

Masih ditangani Stefano Cugurra, Bali United datang ke turnamen ini untuk memanaskan mesin sebelum tampil di Piala AFC 2021.

Meski hanya diperkuat satu nama asing, Willian Pacheco, Bali United bersama Stefano Cugurra sudah sangat kuat dasar permainannya.

Bahkan, komposisi mereka ini sisa juara Liga 1 2009 ditambah beberapa nama baru yang langsung dibuat Teco, sapaan Cugurra, cepat adaptasi, sehingga makin kuat.


Share on: