Breaking News
Kondisi Mental Para Pemain nya Terganggu, Ini yang Dilakukan Pelatih Persipura     AFC Berencana Lakukan Drawing Ulang Kualifikasi Piala Asia U-23 2022, Ini Respon PSSI     Nostalgia Eks Kiper Sampdoria di Kandang 'Macam Putih'     Liga 1 Tak Kunjung Jelas, Kiper Borneo : Sepakbola Adalah Kehidupan Banyak Orang     Kompetisi Tak Kunjung Bergulir, Eks ketum PSSI Buka Suara    
Egy Maulana Vikri Ceritakan Pengalaman nya Selama Berkarir di Polandia
22 Februari 2021 | 14:17 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaEropa - @kompas.com ± 5 bulan yang lalu
824   x
Share on:
(Egy Maulana Vikri Ceritakan Pengalaman nya Selama Berkarir di Polandia) - @kompas.com - Egy Maulana Vikri membela Lechia Gdansk melawan Gornik Zabrze pada pekan ketiga Ekstraklasa Liga Polandia, di Stadion Arena Zabrze, Zabrze, Minggu (14/9/2020) dini hari WIB.
Keterangan gambar : Egy Maulana Vikri Ceritakan Pengalaman nya Selama Berkarir di Polandia Egy Maulana Vikri membela Lechia Gdansk melawan Gornik Zabrze pada pekan ketiga Ekstraklasa Liga Polandia, di Stadion Arena Zabrze, Zabrze, Minggu (14/9/2020) dini hari WIB. (Sumber gambar:@kompas.com)

Egy Maulana Vikri Cerita Tantangan dan Perjuangan Main di Eropa

Liga123 - Bintang Tim Nasional U23 Indonesia, Egy Maulana Vikri, menilai kekuatan mental adalah salah satu kunci dari keberhasilan dirinya beradaptasi di Lechia Gdansk.

Hal itu diungkapkan Egy Maulana Vikri dalam film pendek dokumenter yang dirilis Rakuten Sports, Minggu (21/2/2021).

Dalam film tersebut, Egy Maulana Vikri bercerita banyak mengenai proses adaptasinya di Lechia Gdansk.

Lechia Gdansk adalah tim penghuni kasta teratas (divisi tertinggi) Liga Polandia, Ekstrakalsa.

Egy Maulana Vikri resmi bergabung ke Lechia Gdansk pada Maret 2018 dengan kontrak tiga tahun sampai Juni 2021.

Transfer itu tentu saja langsung membuat heboh publik Tanah Air.

Bagaimana tidak, Egy Maulana Vikri yang kala itu masih berusia 17 tahun berani melanjutkan karirnya di Eropa.

Tidak hanya itu, Egy Maulana Vikri juga langsung menggunakan nomor punggung 10 di Lechia Gdansk.

Pada awal karirnya di Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri lebih banyak berlatih dan bermain di tim cadangan.

Perjuangan keras Egy Maulana Vikri pada akhirnya terbayar ketika mendapat debut di tim utama Leciha Gdansk pada Desember 2018.

Sejak saat itu, Egy Maulana Vikri mulai rutin masuk skuad utama Lechia Gdansk meskipun lebih banyak mengisi bangku cadangan.

Terkait perjuangannya di Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri mengaku sempat kesulitan beradaptasi terutama karena faktor bahasa.

Kendati Demikian, seiring berjalannya waktu, Egy Maulana Vikri mulai mahir berbahasa Inggris dan Polandia sehingga bisa dekat dengan rekan satu timnya.

Menurut Egy, salah satu kunci keberhasilannya beradaptasi di Lechia Gdansk adalah kekuatan mental.

"Tantangan untuk pemain muda Indonesia yang berkarier di Eropa adalah mental. Sebab, saya terpisah sangat jauh dengan keluarga dan teman-teman di Indonesia," ujar Egy Maulana Vikri.

"Saya di sini tinggal sendiri. Tidak ditemani siapa-siapa. Di sini juga tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia," ungkap Egy Maulana Vikri.

Dengan itu, Egy Maulana Vikri mengaku sangat bersyukur karena terus mendapat dukungan dari keluarga dan rekan-rekannya di Tim Nasional Indonesia selama proses adaptasi.

Salah satu cara Egy Maulana Vikri mengatasi kangen dengan Tanah Air adalah memasak makanan Indonesia dari resep orang tuanya.

"Pada awalnya, saya sering berada di kamar. Saya mengusir kebosanan dengan bermain game sambil berkomunikasi dengan keluarga dan pemain di Indonesia," ujar Egy.

"Ketika saya merasa kangen, saya selalu memantau situasi di Indonesia."

"Saya banyak bertanya tentang Liga Indonesia dan Tim Nasional Indonesia dari rekan-rekan saya. Komunikasi itu membuat saya seperti berada di rumah," ungkap Egy.

"Saya juga beberapa kali berkomunikasi dengan orang tua melalui video call."

"Mungkin setiap tiga hari sekali saya selalu menghubung keluarga di Indonesia," ujar Egy.

"Saya bertanya kabar sampai soal resep masakan Indonesia seperti nasi goreng kepada keluarga."

"Saya menanyakan resep itu karena merasa kangen dan ingin makan masakan Indonesia," ungkap Egy menambahkan.

Keterangan Manajer, Direktur Olahraga, sampai pemain Lechia Gdansk, terkait proses adaptasi Egy Maulana Vikri juga ditampilkan dalam film tersebut.

Menurut ketiganya, proses adaptasi Egy Maulana Vikri di Lechia Gdansk berjalan sukses dan terbilang cepat.

Salah satu faktor kuat yang mendukung keberhasilan proses adaptasi itu adalah Egy Maulana Vikri mulai mahir berbahasa Polandia.

Meski demikian, masa depan Egy Maulana Vikri sampai saat ini masih menjadi pertanyaan.

Sebab, kontrak Egy Maulana Vikri yang akan habis pada Juni 2021 masih belum diperpanjang oleh Lechia Gdansk hingga saat ini.

Pada awal Janauri 2021, Dusan Bogdanovic, selaku agen Egy Maulana Vikri sudah memberi kejelasan mengenai kontrak tersebut.

Dusan Bogdanovic menyebut pihaknya sedang bekerja untuk mengaktifkan klausul perpanjangan dua tahun dalam kontrak pertama Egy Maulana Vikri.


Share on: