Breaking News
Presiden Madura United : Andai Pemerintah Tak Memberi Izin, Lebih Baik Liga 1 2021 Dibubarkan Saja     Terus Merugi, 5 Klub Liga 1 Desak PT LIB Untuk Segera Gulirkan Kompetisi     Dukung Tim Bulutangkis Indonesia, Eks Pemain Timnas Ini Pukul TV Pakai Raket     Pelatih Persela Ungkap Kelebihan Timnas di Era Shin Tae-yong     Pemain Keturunan Jawa-Belanda Meninggal, Real Madrid dan Ajax Amsterdam Ucapkan Pesan Belasungkawa    
Kirim Pesan Ke Suporter, Aji Santoso Sebut Piala Menpora 2021 Sebagai "Test Case"
21 Februari 2021 | 06:49 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @kompas.com ± 5 bulan yang lalu
142   x
Share on:
(Kirim Pesan Ke Suporter, Aji Santoso Sebut Piala Menpora 2021 Sebagai "Test Case") - @kompas.com - Aji Santoso Pelatih Persebaya Surabaya
Keterangan gambar : Kirim Pesan Ke Suporter, Aji Santoso Sebut Piala Menpora 2021 Sebagai "Test Case" Aji Santoso Pelatih Persebaya Surabaya (Sumber gambar:@kompas.com)

Tak Silau dengan Euforia Turnamen, Aji Santoso Ajak Semua Pihak Mengendalikan Diri

Liga123 -  Pelatih (Juru Taktik) Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mengingatkan seluruh pihak untuk tidak terlena dalam euforia turnamen pramusim Piala Menpora 2021 yang akan segera bergulir.

Aji Santoso menegaskan turnamen ini justru jadi ujian kepercayaan yang sudah diberikan Kepolisian RI kepada Sepakbola Indonesia.

Dia mengingatkan kepada seluruh penggiat Sepakbola agar menahan diri.

Semua yang terjadi pada pagelaran Piala Menpora 2021 akan dipantau sebagai pertimbangan untuk kepercayaan yang lebih besar, yakni izin komeptisi 2021, Liga 1 dan Liga 2.

“Kepolisian memutar turnamen ini sebagai test case menuju kompetisi 2021. Makanya, seluruh pelaku Sepakbola entah itu pengurus, pemain, Pelatih, dan suporter sekalipun harus patuh pada aturan yang diberikan Polri,” kata Pelatih (juru taktik) Persebaya Surabaya kepada KOMPAS.com.

“Saya sangat yakin ini hanya sebagai test case. Kalau berjalan dengan baik dan semua menjalankan sesuai aturan Polri saya yakin kompetisi (Liga 1 dan Liga 2) akan lebih mudah dikeluarkan izinnya,” imbuhnya.

Dia meminta semua pihak saling bersinergi satu sama lain untuk mendapatkan kepercayaan dari otoritas keamanan. Terkhusus kepada suporter yang kini menjadi sorotan utama.

“Maka dari itu, terutama suporter Indonesia harus benar-benar mengikuti apa yang menjadi persyaratan dari Kepolisian. Khususnya, masalah kehadiran suporter di stadion,” tutur eks Pelatih (juru taktik) Arema FC ini.

“Jadi, dengan sangat berat hati, suporter harus benar-benar paham situasi untuk tidak hadir di stadion,” imbuhnya.

Aji Santoso menyadari ini bakal menjadi ujian berat bagi suporter.

Terlebih, para pendukung beberapa daerah punya militansi yang sangat tinggi untuk mendukung tim kebangaannya.

Kendati Demikian, dia menegaskan kalau mendukung tim kebangaan itu tidak harus turun langsung. Ada saatnya suporter harus menahan diri.

Bentuk cinta itu bermacam-macam, mengawal tim dari jauh dengan doa terbaik yang tak pernah putus tidaklah kalah romantis dengan luapan semangat yang menggebu-gebu.

“Rasa cinta suporter itu tidak harus ditunjukkan dengan hadir di dalam stadion tetapi memberikan support, doa, dan mengikuti aturan. Itu juga jadi bentuk rasa cinta suporter terhadap klub kebanggaannya.”

“Jadi aturan-aturan ini mohon untuk tidak dilanggar supaya turnamen berjalan dengan baik. Kalau turnamen berjalan dengan baik pasti kompetisi juga pasti bisa berjalan,” pungkas Pelatih (juru taktik) berusia 50 tahun tersebut.


Share on: