Breaking News
Presiden Madura United : Andai Pemerintah Tak Memberi Izin, Lebih Baik Liga 1 2021 Dibubarkan Saja     Terus Merugi, 5 Klub Liga 1 Desak PT LIB Untuk Segera Gulirkan Kompetisi     Dukung Tim Bulutangkis Indonesia, Eks Pemain Timnas Ini Pukul TV Pakai Raket     Pelatih Persela Ungkap Kelebihan Timnas di Era Shin Tae-yong     Pemain Keturunan Jawa-Belanda Meninggal, Real Madrid dan Ajax Amsterdam Ucapkan Pesan Belasungkawa    
Pelatih Asal Brasil Ini Ceritakan Pengalaman Bangun Diklat Persib Sampai Cetak Pemain Bintang
20 November 2020 | 09:50 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @kompas.com ± 8 bulan yang lalu
252   x
Share on:
(Pelatih Asal Brasil Ini Ceritakan Pengalaman Bangun Diklat Persib Sampai Cetak Pemain Bintang) - @kompas.com - Jaino Matos saat masih jadi pelatih Persiba Balikpapan
Keterangan gambar : Pelatih Asal Brasil Ini Ceritakan Pengalaman Bangun Diklat Persib Sampai Cetak Pemain Bintang Jaino Matos saat masih jadi pelatih Persiba Balikpapan (Sumber gambar:@kompas.com)

Kisah Jaino Matos Rintis Diklat Persib Bandung dari Nol


Liga123 - Diklat Persib Bandung beberapa tahun terakhir menjelma menjadi akademi yang terus menelurkan talenta-talenta terbaik di Indonesia. Para pemain didikan Diklat Persib meramaikan jagad Sepakbola nasional di semua level kompetisi.


Kesuksesan tersebut membuat Diklat Persib Bandung menjadi rujukan bagi para pemain muda yang ingin menjadi pemain sepakbola profesional.


Kesuksesan Diklat Persib tak lepas dari peran seorang Jaino Matos.


Pelatih (Juru Taktik) asal Brasil tersebut adalah salah satu perintis fondasi Diklat Persib Bandung hingga besar seperti sekarang.


Semua bermula dari pertemuannya dengan bos Persib Bandung Glenn Sugita pada 2012.


Kala itu, Jaino masih menjabat sebagai staff Pelatih (juru taktik) Penang FA yang diperbantukan untuk mengurus persiapan Tim Nasional Senior ke Piala AFF 2012 di Malaysia.


Pada suatu kesempatan, Jaino datang ke Jakarta untuk mengurusi keperluan Tim Nasional.


Kendati Demikian, dirinya lalu bertemu dengan Glenn. Dari pertemuan tersebut menjadi titik awal sepak terjangnya di Diklat Persib.


“Saya bertemu bos Persib Bandung, Pak Glenn Sugita, di Jakarta. Seseorang dengan visi misi yang modern dan beliau mengundang saya untuk membangun sistem pembinaan diPersib bandung,” kata Pelatih (juru taktik) berusia 41 tahun tersebut kepada KOMPAS.com.


“Setelah 6 tahun di Malaysia (bersama Penang FA sejak 2006), saya sudah hadapi tantangan baru. Pada awal 2013 saya pindah dari Penang ke Bandung,” imbuhnya.


Jaino Matos menuturkan bahwa sebenarnya sudah banyak sekolah Sepakbola maupun akademi pada 2013.


Kendati Demikian, sangat jarang diklat yang berasal dari dalam tubuh klub profesional itu sendiri.


Semua klub lebih fokus pada prestasi senior. Saat itu memang ada kompetisi U21, tetapi dibubarkan setelah kompetisi usai.


“Sistem tersebut tidak bisa dianggap sebagai pembinaan. Kendati Demikian, Persib Bandung punya owner visioner.”


“Kami membentuk Diklat Persib dari nol. Belum ada mess, belum ada tim,” terangnya.


Projek tersebut pun dimulai


Bersama dengan Yoyo S Adiredja yang menjabat sebagai General Manajer, Jaino bergerak membentuk akademi yang kelak menjadi Kawah Candradimuka pemain Sepakbola nasional.


“Kami mulai bergerak, tujuan pertama membentuk fondasi solid bersama dengan anak-anak yang punya potensi Sepakbola tapi juga baik secara sikap," ungkap eks Pelatih (juru taktik) Persiba Balikpapan tersebut.


"Sikap sangat krusial, mereka harus punya dedikasi, kesungguhan, disiplin dan mampu membawa diri.”


Dari situ, satu persatu talenta terbaik dicetak dan diterbitkan sebagai pemain profesional.


Sebut saja Henhen Herdiana, Gian Zola, Febri Hariyadi, Hanif Sjahbandi, dan masih banyak lainnya.


Diklat Persib pun masih belum menunjukkan sinyal akan berhenti menjadi ‘pabrik’ pemain profesional.


Persib menyumbangkan dua personel dari total 26 nama di gelaran Garuda Select III.


Tidak hanya itu, ada empat nama pemain Persib yang menjalani Training Camp bersama Shin Tae-yong di Tim Nasional U-19.


Dilain sisi, kebersamaan Jaino Matos bersama Diklat Persib cukup singkat, hanya dua tahun saja.


Pada tahun 2015 dia hijrah ke PSSI untuk membantu persiapan Tim Nasional U23 Indonesia ke SEA Games Singapura.


Kendati demikian, fondasi yang diciptakan masih kokoh menjadi landasan kelanjutan Diklat Persib.



Share on: