Breaking News
PT LIB : Seluruh Klub Telah Menyatakan Kesiapannya Liga 1 Bergulir 20 Agustus 2021     Satgas Covid-19 Siap Beri Sanksi Klub Liga 1 yang Langgar Prokes     Dipanggil Legenda, Eks Pemain Timnas Ini Akui Kurang Nyaman     Tak Dapat Izin Saddil Ramdani Batal Gabung Klub K League 1     Sambut HUT Tim Singo Edan Ke 34, Bos Arema FC Bagikan 1000 Paket Sembako    
Eks Pelatih Futsal ini Jadi Kandidat Kuat Untuk Nakodahi Timnas Puteri
20 Januari 2021 | 09:41 WIB oleh Amirul Mukminin
TimnasIndonesia - @Bombastikkabausirah.com ± 7 bulan yang lalu
98   x
Share on:
(Eks Pelatih Futsal ini Jadi Kandidat Kuat Untuk Nakodahi Timnas Puteri) - @Bombastikkabausirah - Syafrianto Rusli saat mengikuti Lisensi AFC Pro di Spanyol
Keterangan gambar : Eks Pelatih Futsal ini Jadi Kandidat Kuat Untuk Nakodahi Timnas Puteri Syafrianto Rusli saat mengikuti Lisensi AFC Pro di Spanyol (Sumber gambar:@Bombastikkabausirah)

Nama Syafrianto Rusli Sempat Mencuat Menjadi Kandidat Pelatih (Juru Taktik) Tim Nasional Putri Indonesia

Liga123 - PSSI sedang mencari Pelatih (juru taktik) untuk Tim Nasional Putri Indonesia. Proses pencarian Pelatih (juru taktik) itu dilakukan dengan cara sistem seleksi.

PSSI menetapkan setidaknya ada dua kriteria untuk peminat posisi sebagai Pelatih (juru taktik) Tim Nasional Putri tersebut. Pertama, harus memiliki lisensi kePelatihan AFC Pro. Kedua, calon Pelatih (juru taktik) harus berasal dari Indonesia.

Ketua PSSI, Mochamad Iriawan berbicara, pihaknya mempunyai rencana untuk membentuk Tim Nasional Putri Indonesia dalam waktu dekat sebagai persiapan untuk bertanding diberbagai turnamen tahun ini.

“Tidak ada cara-cara penunjukan Pelatih (juru taktik) langsung saat ini. Kami berharap Tim Nasional Putri Indonesia dapat meraih hasil terbaik di sejumlah ajang ditahun 2021,” kata Mochamad Iriawan dikutip dari laman resmi PSSI.

“PSSI terus berkomitnen dan serius terhadap Tim Nasional Putri Indonesia,” jelas Ketum PSSI tersebut.

Sementara itu Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri berbicara seleksi Pelatih (juru taktik) Tim Nasional Putri Indonesia ini terbuka bagi para profesional yang memenuhi kriteria. Dilain sisi, peminat juga harus memiliki pengalaman melatih dilevel senior.

“Sesuai arahan Ketum PSSI, kami segera membentuk Tim Nasional Putri Indonesia. Pertama memilih Pelatih (juru taktik) lebih dulu. Pelatih (Juru Taktik) Tim Nasional Putri Indonesia harus punya pengalaman melatih dilevel klub profesional. Selain itu juga punya visi yang sama dengan PSSI,” ujar Indar Sjafri juga dilaman PSSI.

“Kami terbuka kepada siapa saja Pelatih (juru taktik) yang ingin menjadi Pelatih (juru taktik) Tim Nasional Putri Indonesia dengan memenuhi kriteria dan regulasi dari AFC. Sebab sejak 2019, Pelatih (juru taktik) Tim Nasional Indonesia senior, baik putra maupun putri harus memiliki lisensi AFC Pro,” ujarnya.

Nama eks Pelatih (juru taktik) Semen Padang FC, Syafrianto Rusli sempat mencuat untuk menukangi Tim Nasional Putri Indonesia tersebut. Selain memenuhi segala persyaratan dan kriteria, Syafrianto Rusli juga memiliki potensi untuk itu.

Hal itu dibenarkan oleh seseorang berada dilingkaran PSSI. “Memang nama coach Syafrianto Rusli menjadi salah satu kandidat terkuat. Karena ini sistem seleksi, bagaimanapun juga coach Syafrianto diwajibkan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan PSSI. Dan dipersilahkan untuk bersaing dengan kandidat-kandidat lain,” ujar orang PSSI yang enggan disebutkan namanya tersebut kepada salah satu tim bombastikkabausirah.com, Dion Rangkuti di Jakarta.

Khusus untuk ajang multi event, Syafrianto Rusli telah membuktikan dengan mengukir beberapa prestasi. Diantaranya, berhasil membawa Tim sepakbola Pekan Olahraga Nasional (PON) Sumatra Barat (Sumbar) 2004 melaju ke Semifinal untuk pertamakalinya di PON Palembang 2004. Bahkan sejauh ini itulah prestasi terbaik tim sepakbola Sumbar diajang PON.

Masih diajang PON, Syafrianto Rusli berhasil membawa Tim Futsal Sumbar meraih medali emas, tepatnya di PON Riau 2012. Itupun adalah satu-satunya capaian terbaik Tim Futsal Sumbar di gelaran empat tahunan tersebut.

Prestasi lainnya adalah membawa Semen Padang FC menjadi runner-up Liga 2 Indonesia 2018. Sehingga Semen Padang FC yang terdegradasi dimusim 2017, kembali promosi kekasta tertinggi persepakbolaan nasional Liga 1 Indonesia 2019. Setelah hanya semusim saja di Liga 2.

Kendati Demikian Syafrianto Rusli urung mengikuti seleksi menjadi Pelatih (juru taktik) Tim Nasional Putri Indonesia tersebut dikarenakan terkendala masalah kesehatan. Ternyata kanker pita suara yang dialaminya belum pulih seratus persen, dan masih butuh beberapa kali lagi penanganan medis.

“Tidak jadi, karena masih dalam masa perawatan. Penyakit yang saya alami belum benar-benar sembuh. Saya takut kembali kecolongan seperti dulu (saat melatih Semen Padang FC di Liga 2). Sebenarnya saat itu sudah terasa, tetapi saya abaikan karena tanggung jawab terhadap tim,” ujar Syafrianto Rusli saat dikonfirmasi tim bombastikkabausirah.com.

“Benar, berapa pihak dari PSSI telah menghubungi saya agar saya mendaftarkan diri dan mengikuti seleksi ini. Hasrat dan keinginan tentu ada, tapi saya sadar juga dengan kondisi kesehatan saya. Karena saya takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari, makanya saya tidak jadi mengirimkan Curriculum Vitae (CV),” sambung Syafrianto Rusli.

“Saya harus mengorbankan salah satunya. Bagaimanapun juga kesehatan adalah nomor satu. Benar ini adalah kesempatan bagi saya untuk melatih Tim Nasional. Walau Tim Nasional Putri, tentunya akan memiliki tantangan tersendiri,” lanjut Pelatih (juru taktik) yang akrab disapa coach SR tersebut.

“Mudah-mudahan Tim Nasional Putri Indonesia mendapatkan yang terbaik dan mampu memenuhi segala target yang telah diberikan PSSI,” ujarnya memberi akhir.


Share on: