Breaking News
Asnawi Mangkualam Tak Diturunkan, Ansan Greeners Ditahan Imbang Jeonnam Dragons     Akui Dapat Gaji Rp 400 Juta Perbulan, Bagus Kahfi : Pajak nya 38 Persen     Presiden Madura United : Andai Pemerintah Tak Memberi Izin, Lebih Baik Liga 1 2021 Dibubarkan Saja     Terus Merugi, 5 Klub Liga 1 Desak PT LIB Untuk Segera Gulirkan Kompetisi     Dukung Tim Bulutangkis Indonesia, Eks Pemain Timnas Ini Pukul TV Pakai Raket    
Kiper Persebaya Tolak Tinggal di Apartemen Demi Temani Sang Ibu Berjualan
19 Desember 2020 | 11:27 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Okezone.com ± 8 bulan yang lalu
1 k   x
Share on:
(Kiper Persebaya Tolak Tinggal di Apartemen Demi Temani Sang Ibu Berjualan) - @Okezone.com - Andhika Ramadhani bersama Sang Ibu
Keterangan gambar : Kiper Persebaya Tolak Tinggal di Apartemen Demi Temani Sang Ibu Berjualan Andhika Ramadhani bersama Sang Ibu (Sumber gambar:@Okezone.com)

Demi Temani Ibu Jaga Warkop, Pemain Persebaya Ini Tolak Tinggal di Apartemen

Liga123 - Penggawa Persebaya Surabaya, Andhika Ramadhani adalah salah satu anak bangsa yang sifatnya patut ditiru. Bagaimana tidak, ketika Andhika sudah mulai sukses, ia lantas tak langsung melupakan ibunya di rumah.

Contoh nyata bahwa Andhika sangat menyayangi ibunya itu adalah ia rela menolak tinggal di apartemen tempat para pemain Persebaya Surabaya menginap. Ia memilih untuk tetap bersama ibunya tinggal di daerah Tanjung Perak.

Padahal, jarak antara rumah Andhika dengan tempat latihan Persebaya yang berada di Sidoarjo sangatlah jauh. Kendati Demikian, Andhika rela melakukan perjalanan yang jauh itu demi tetap bisa menenami ibunya di rumah.

Tak hanya sekadar menemani ibu di rumah, Andhika pun ikut menjaga warung kopi (warkop) milik ibunya yang berada di Surabaya Utara tersebut. Baginya membantu sang ibu bekerja adalah sebagai bentuk kepedulian kepada orang yang sudah melahirkannya ke dunia.

Hebatnya, semua kegiatan rumahnya itu tak menganggu Andhika untuk beraktivitas. Ia tetap bisa latihan dengan baik bersama Persebaya hingga kini dapat dipercaya bermain bersama klub senior tim berjuluk Bajul Ijo tersebut.

Menurut pemaparan Andhika, ia sudah terbiasa menjaga warkop milik ibunya itu sedari kecil. Berawal dari ketika dirinya masih duduk di Sekolah Dasar (SD), sampai akhirnya berani menjaga warkop sendirian saat sudah menginjakkan kakinya di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dengan pengalamannya itu, tak sulit bagi Andhika untuk membagikan waktu ketika dirinya membantu ibunya dan saat pergi latihan. Semua itu dilakukan demi terus menemani sang ibunda yang diakuinya sudah sepuh tersebut.

Saya waktu masih latihan kemarin (di Persebaya Surabaya) ya tetap bantu ibu. Siang bantu jaga (warkop), agak sore berangkat ke tempat latihan. Jaraknya ya lumayan, tapi karena mungkin sudah biasa ya jadi gak terasa," terang Andhika, seperti yang diwartakan laman resmi Persebaya Surabaya, Jum'at (18/12/2020).

"Saya juga gak berani tinggal di apartemen. Karena gak tega ibu di rumah sendiri, sudah sepuh soalnya," tambah pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang itu.

Kini dengan dihentikannya Liga 1 2021, Andhika pun bisa fokus membantu ibunya menjaga warkop. Kendati Demikian, ia berharap kompetisi Liga 1 bisa dimulai kembali agar ia bisa terus bermain untuk Persebaya. Ia mau membuat ibunya bangga dengan cara menjadi pemain hebat di klub Bajul Ijo tersebut.

Selain jaga warung pastinya ibu pengen saya berhasil. Kalau bisa main bagus di tim senior Persebaya insya Allah bisa bikin ibu bangga. Semoga saja kompetisi segera digulirkan," pungkasnya.



Share on: