Breaking News
Meski PPKM Diperpanjang, Persebaya Tetap Kebut Latihan     Hengkang dari Timnas Indonesia, Eks Asisten Shin Tae-yong Resmi Gabung Klub K-League 2     Latihan Perdana Pasca Libur, 7 Pemain Persela Masih Absen     Bantu Korban Terdampak Covid-19, Mantan Pemain Espanyol Ini Lelang Sepatunya     Pelatih Asal Belanda Ini Ungkap Kesalahan Sepakbola Indonesia dan Malaysia    
Pemain Hanya Terima 25 Persen Gaji, PSSI : Ini Semua Hasil Kesepakatan Bersama
19 November 2020 | 04:30 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @detik.com ± 9 bulan yang lalu
147   x
Share on:
(Pemain Hanya Terima 25 Persen Gaji, PSSI : Ini Semua Hasil Kesepakatan Bersama) - @detik.com - Logo PSSI Selaku Federasi Sepakbola Indonesia
Keterangan gambar : Pemain Hanya Terima 25 Persen Gaji, PSSI : Ini Semua Hasil Kesepakatan Bersama Logo PSSI Selaku Federasi Sepakbola Indonesia (Sumber gambar:@detik.com)

PSSI: Aturan Gaji Pemain di SK Baru Hasil Kesepakatan Bersama


Liga123 - PSSI menegaskan aturan gaji dalam Surat Keputusan (SK) baru adalah kesepakatan bersama. Pemain Shopee Liga 1 dan Liga 2 kembali cuma digaji maksimal 25 persen.


Pembatasan gaji 25 persen berlaku selama vakum kompetisi tepatnya pada Oktober-Desember 2020. SK bernomor SKEP/69/XI/2020 itu juga membatasi nilai gaji pemain di kisaran 50 persen untuk Shopee Liga 1. Sementara Liga 2 di kisaran 60 persen atau di atas Upah Minimum Regional (UMR).


Aturan gaji maksimal 25 persen serta penetapan kisaran 50 persen serta 60 persen di Liga 2 tak jauh berbeda dengan SK PSSI sebelumnya. SK yang dimaksud adalah SKEP/48/III/2020 dan SKEP/53/VI/2020.


PSSI mendapat banyak protes terkait aturan dalam dua SK sebelumnya. Ternyata di SK terbaru malah tak ada perubahan dalam hal gaji pemain Shopee Liga 1 dan Liga 2. Apa tanggapan PSSI?


"Kami memang diminta oleh klub harus memberikan batasan terhadap hak dan kewajiban antara klub dengan pemain. Karena klub juga sangat kewalahan menghadapi ini dan itu juga hasil rekomendasi dan disetujui oleh FIFA dan AFC," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen (Sekretaris Jendral) PSSI Yunus Nusi kepada wartawan.


"Kami harus memberikan batasan supaya klub juga tidak terlalu tergerogoti oleh keinginan-keinginan ambisius dari beberapa pemain khususnya legiun asing. Selain itu juga kami melindungi pemain jangan sampai tidak digaji sama sekali saat tak ada liga," ujarnya menambahkan.


PSSI sebenarnya sudah bertemu dengan asosiasi pemain (APPI) dan asosiasi Pelatih (juru taktik) (APSSI) sebelum mengambil keputusan. APPI dan APSSI sempat keras melakukan protes ke PSSI terhadap batasan gaji yang pernah diatur di dua SK sebelumnya.


Ada kemungkinan APPI dan APSSI meminta batasan gaji yang lebih baik. Tapi ternyata SK terbaru tak ada bedanya dengan yang terdahulu.


"Ini hasil komunikasi PSSI dengan asosiasi pemain, Pelatih, dan klub. Ini adalah jalan tengah, memang tidak ada yang terpuaskan tetapi ini jalan tengahnya," ungkap Yunus Nusi.


"Dan PSSI dipertanyakan kok sampai masuk ke ranah ini. Kami harus harus melindungi semua pihak, kami harus masuk ke sana karena ini dalam keadaan luar biasa," tuturnya menegaskan perihal gaji pemain Shopee Liga 1 dan Liga 2



Share on: