Breaking News
Kondisi Mental Para Pemain nya Terganggu, Ini yang Dilakukan Pelatih Persipura     AFC Berencana Lakukan Drawing Ulang Kualifikasi Piala Asia U-23 2022, Ini Respon PSSI     Nostalgia Eks Kiper Sampdoria di Kandang 'Macam Putih'     Liga 1 Tak Kunjung Jelas, Kiper Borneo : Sepakbola Adalah Kehidupan Banyak Orang     Kompetisi Tak Kunjung Bergulir, Eks ketum PSSI Buka Suara    
APPI : Kasus PSM Tunggak Gaji masih Biasa, Kalteng Putera Jauh Lebih Parah
17 Februari 2021 | 06:03 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bolasport.com ± 5 bulan yang lalu
181   x
Share on:
(APPI : Kasus PSM Tunggak Gaji masih Biasa, Kalteng Putera Jauh Lebih Parah) - @Bolasport.com - General Manager APPI Ponaryo Astaman berbicara pada Talkshow “Olahraga yang Tertunda” yang digelar secara virtual oleh BNPB,
Keterangan gambar : APPI : Kasus PSM Tunggak Gaji masih Biasa, Kalteng Putera Jauh Lebih Parah General Manager APPI Ponaryo Astaman berbicara pada Talkshow “Olahraga yang Tertunda” yang digelar secara virtual oleh BNPB, (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Tak Hanya PSM Makassar, Beberapa Klub Juga Tunggak Gaji Pemain

Liga123 - General Manager Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Ponaryo Astaman, mengungkapkan PSM Makassar bukan satu-satunya klub di Indonesia yang menunggak gaji pemain.

Lagi-lagi perkara penunggakkan gaji mencuat setelah PSM Makassar mendapat sanksi dari Komite Disiplin FIFA.

Komdis FIFA menjatuhkan sanksi berupa larangan transfer dan larangan mendaftarkan pemain karena PSM belum melunasi gaji eks legiun asingnya, Giancarlo Lopes.

Larangan itu berlaku selama tiga periode transfer ke depan.

Hal ini terjadi setelah Giancarlo Lopes melaporkan tim berjulukan Juku Eja itu ke DRC (Dispute Resolution Chamber) FIFA.

Ponaryo Astaman menyebutkan bahwa proses yang dilakukan Giancarlo memang tepat dan hukuman untuk PSM Makassar juga sesuai aturan yang ada selama ini.

Kendati Demikian, eks pemain Tim Nasional Indonesia itu menyatakan bahwa masalah klub menunggak gaji di Indonesia bukan terjadi di PSM Makassar saja.

Beberapa klub, dinyatakan oleh Ponaryo, juga menunggak gaji pemain, bahkan ada yang lebih parah dari PSM

"Coba angkat beritanya terkait Kalteng Putera. Itu sudah jelas lebih parah dari pada Giancarlo yang dia hanya satu orang saja," ujar Ponaryo Astaman kepada BolaSport.com, Selasa (16/2/2021).

Menurutnya, Kalteng Putera jauh lebih parah ketimbang PSM karena menunggak gaji satu tim.

Seharusnya, tunggakan gaji itu bisa dibayarkan dalam kurun waktu selama 45 hari setelah peradilan atau proses yang dilakukan oleh badan sengketa resmi bentukan FIFA yakni NDRC (National Dispute Resolution Chamber).

Kendati Demikian, hingga saat ini tanggung jawab itu belum juga dibayarkan oleh Kalteng Putera.

"Kalau Kalteng putera itu satu tim, sudah diputuskan lewat 45 hari belum dibayar dan sanksinya harusnya sama-sama kayak PSM karena kasusnya seperti Giancarlo. Itu juga sudah sampai larangan transfer," tuturnya.

Ponaryo kembali menegaskan bahwa Kalteng Putra dan PSM bukan satu-satunya klub di Indonesia yang menunggak gaji.

Meningat, masih banyak pemain dari klub Liga 1 ataupun Liga 2 yang juga belum menerima gaji.

Hanya saja, Ponaryo Astaman tidak bisa mengingat semua klub yang masih menunggak sehingga jumlah klub bermasalah belum bisa dipastikan.

Ponaryo hanya ingat ada beberapa klub yang masih menunggak gaji, salah satunya PSS Sleman yang juga ramai setelah dilaporkan ke DRC.

"Kalau yang lain ada sebenarnya bukan hanya Kalteng Putra, tetapi saya tidak hafal. Tapi sebelumnya juga ada PSKC, PSS, ada Sriwijaya, dan yang lainnya, cuma itu masih diproses semua."


Share on: