Breaking News
Tak Penuhi Regulasi, PSSI Berikan Dispensasi Khusus pada Persiraja     Pentolan Suporter Sriwijaya FC Masih Ragukan Bergulir nya Liga 1 dan 2     Saddil Ramdani Puasa Cetak Gol, Lini Depan Sabah FC jadi Sorotan     Skuad Persipura Belum Vaksin, PT LIB Buka Suara     Polri Tegaskan Belum Beri Izin Penyelenggaraan Liga 1 2021/2022    
Tolak Tarkam, Pemain Timnas Ini Sebut Bayaran Tak Seberapa Namun Resiko Besar
15 Desember 2020 | 10:51 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bolasport.com ± 8 bulan yang lalu
291   x
Share on:
(Tolak Tarkam, Pemain Timnas Ini Sebut Bayaran Tak Seberapa Namun Resiko Besar) - @Bolasport.com - Septian david maulana saat membela Timnas
Keterangan gambar : Tolak Tarkam, Pemain Timnas Ini Sebut Bayaran Tak Seberapa Namun Resiko Besar Septian david maulana saat membela Timnas (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Tolak Tarkam, Septian David Maulana: Bayaran Gak Seberapa Risikonya Tinggi

Liga123 - Ketiadaan kompetisi Sepakbola nasional membuat hampir seluruh klub peserta kompetisi utamanya Liga 1 meliburkan latihan.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan sejumlah pemain kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Selama di kampung, banyak pemain yang mengisi waktu luangnya dengan mengikuti kegiatan Sepakbola amatir.

Hal itu juga dilakukan oleh gelandang PSIS Semarang, Septian David Maulana.

Ia menuturkan sudah beberapa kali mengikuti kegiatan bertajuk fun football.

Kendati Demikian begitu bila ada tawaran diundang dalam sebuah turnamen kampung atau tarkam, secara tegas David menolak.

Menurutnya, tarkam bukan wadah yang tepat bagi seorang pesepakbola profesional seperti dirinya.

Kenyataannya, penghasilan dari tarkam tak seberapa ketimbang risiko yang harus dihadapi.

Bermain tarkam berpeluang besar membuat karier pesepakbola hancur karena dapat mencelakakai dirinya.

"Kalau main tarkam saya sudah tidak pernah lagi, karena bayaran tidak seberapa tapi resikonya tinggi. Malah membahayakan bagi pemain juga kalau cedera," ujar David dikutip dari Tribun Jateng.

Pemain Tim Nasional Indonesia ini tak memungkiri pernah diajak untuk mengikuti sebuah ajang tarkam.

Kendati demikian, ia memilih menolaknya karena tak mau mengambil risiko tersebut.

"Saya pernah ditawari tapi saya tidak berkenan, rawan kalau cedera. Kalau laga amal masih saya pertimbangkan," ucap pemain kelahiran 2 September 1996 tersebut.

Soal fun football, David juga terkadang masih mempertimbangkannya.

Andai saja benar hanya untuk menjaga kebugaran, ia menyutujui ikut andil.

Baginya, fun football juga bermanfaat untuk saranan silaturahmi antar pemain.

"Kalau diajak seperti fun game di daerah-daerah masih bisa saya pertimbangkan. Bagi saya lebih ke ingin menyenangkan warga, yang mungkin ingin mengajak foto bareng dan sebagainya," ujarnya.



Share on: