Breaking News
Cerita Diego Michiels Tinggalkan Belanda Demi Timnas Indonesia     Pilar Asing Persela Ungkap Perbedaan Liga Malaysia dan Liga Indonesia     Tim Rival Akan Gelar TC 5 Agustus, Timnas Indonesia Masih Tunggu PPKM     Greysia/Aprian Raih Medali Emas, Klub Liga 1 Kompak Ucapkan Selamat     Greysia Polli/Apriyani Rahayu Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020    
Eks Kiper Persela Ini Ungkap Kenangan Pahit Ketika Jadi Cadangan Abadi di Persebaya
15 Desember 2020 | 05:09 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Indosport.com ± 8 bulan yang lalu
245   x
Share on:
(Eks Kiper Persela Ini Ungkap Kenangan Pahit Ketika Jadi Cadangan Abadi di Persebaya) - @Bolasport.com - Alfonsius Kelvan saat berlatih bersama Persela Lamongan
Keterangan gambar : Eks Kiper Persela Ini Ungkap Kenangan Pahit Ketika Jadi Cadangan Abadi di Persebaya Alfonsius Kelvan saat berlatih bersama Persela Lamongan (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Pemain Mualaf Ini Ungkap Lawan Terberat Selama Main di Liga Indonesia

Liga123 - Mantan kiper Persebaya Surabaya, Alfonsius Kelvan membeberkan tidak ada tim yang mudah dihadapinya selama berkarir di Liga Indonesia. Baginya, semua klub yang jadi lawan, selalu menyulitkan dengan kelebihannya masing-masing. 

Alfons pernah bermain di divisi tiga (Liga 3 saat ini), Liga 2 dan kasta pertama dari era Indonesia Super League (ISL) hingga Liga 1. Karenanya, ia sudah makan asam garam Sepakbola Tanah Air.

"Bagi saya, semua pemainn dan klub mana pun semuanya berat (dihadapi). Karena setiap  pemain dan klub punya kelebihan dan kekuranganya masing masing," ungkapnya.

Saat ini Alfons berstatus tanpa klub setelah mundur atau memberi akhir kerja sama dengan Persela Lamongan. Selama berkarir, total ada 11 tim yang dibela kiper mualaf tersebut dan beberapa diantaranya meninggalkan kesan mendalam.

Afons pernah berseragam Persepam Madura United, Pelita Bandung Raya, Persiba Balikpapan, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, Borneo FC, Persela Lamongan, Bali United dan lainnya. 

Dari sekian klub itu, kiper 31 tahun itu  sangat ingat bagaimana membawa Persepam promosi ke ISL pada musim 2013. Kemudian ada cerita kegagalan membawa PSMS Medan promosi pada Liga 2 2019 dan terakhir menjadi cadangan mati di Persebaya Surabaya dua musim lalu.



Share on: