Breaking News
PT LIB : Seluruh Klub Telah Menyatakan Kesiapannya Liga 1 Bergulir 20 Agustus 2021     Satgas Covid-19 Siap Beri Sanksi Klub Liga 1 yang Langgar Prokes     Dipanggil Legenda, Eks Pemain Timnas Ini Akui Kurang Nyaman     Tak Dapat Izin Saddil Ramdani Batal Gabung Klub K League 1     Sambut HUT Tim Singo Edan Ke 34, Bos Arema FC Bagikan 1000 Paket Sembako    
Pemainnya Mengaku Belum Gajian, PSIS Semarang Usahakan Cari Pinjaman
15 November 2020 | 20:57 WIB oleh Muhammad
Liga1 - @Bolacom ± 9 bulan yang lalu
174   x
Share on:
(Pemainnya Mengaku Belum Gajian, PSIS Semarang Usahakan Cari Pinjaman) - @LigaIndonesiaID - Fandi Eko Utomo, mengaku pembayaran gaji tersendat.
Keterangan gambar : Pemainnya Mengaku Belum Gajian, PSIS Semarang Usahakan Cari Pinjaman Fandi Eko Utomo, mengaku pembayaran gaji tersendat. (Sumber gambar:@LigaIndonesiaID)

Fandi Eko Utomo Mengaku Belum Gajian, PSIS Tengah Mencari Pinjaman

Liga123 ,Semarang -
Dampak penundaan Shopee Liga 1 2021 yang baru akan bergulir lagi pada awal 2021 mulai dirasakan oleh para pemain. Gelandang PSIS Semarang, Fandi Eko Utomo, mengaku pembayaran gaji tersendat.


Menurut pemain PSIS Semarang asal Surabaya itu, dampak dari penundaan Shopee Liga 1 2021 hingga awal 2021 adalah gaji pemain menjadi tersendat. Sampai saat ini, Fandi Eko Utomo mengaku belum menerima gaji.


"Untuk bulan ini masih belum ada kejelasan soal gaji," ujar Fandi Eko kepada Bola.net.

Biasanya, pada bulan-bulan sebelumnya, Fandi Eko menerima gaji setiap tanggal 10. Besarannya sesuai aturan dari federasi Sepakbola Indonesia, yaitu sebesar 50 persen.

"Kalau kata pengurus klub sih menunggu subsidi dari PSSI," ujar gelandang PSIS Semarang itu.

Dalam wawancara sebelumnya, CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, sempat mengakui pihaknya tengah mencari pinjaman untuk membayar gaji pemain.

Yoyok juga membujuk para pemegang saham untuk sektor modal meski harus menjual aset. Situasi pandemi COVID-19 memang membuat klub kehilangan pemasukan.

"Kami berusaha cari pinjaman ke sana kemari. Kami mencoba membujuk pemegang saham supaya setor modal lagi dengan menjual aset," ungkap Yoyok.



Share on: