Breaking News
Presiden Madura United : Andai Pemerintah Tak Memberi Izin, Lebih Baik Liga 1 2021 Dibubarkan Saja     Terus Merugi, 5 Klub Liga 1 Desak PT LIB Untuk Segera Gulirkan Kompetisi     Dukung Tim Bulutangkis Indonesia, Eks Pemain Timnas Ini Pukul TV Pakai Raket     Pelatih Persela Ungkap Kelebihan Timnas di Era Shin Tae-yong     Pemain Keturunan Jawa-Belanda Meninggal, Real Madrid dan Ajax Amsterdam Ucapkan Pesan Belasungkawa    
Berkolaborasi dengan Pengusaha Muda Asal Jawa Barat, Dua Pemain Persipura Ini Segera Luncurkan Buku Ketiga
14 Februari 2021 | 10:45 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Indosport.com ± 6 bulan yang lalu
120   x
Share on:
(Berkolaborasi dengan Pengusaha Muda Asal Jawa Barat, Dua Pemain Persipura Ini Segera Luncurkan Buku Ketiga) - @Indosport.com - Boaz Solossa dan Tinus Pae, berpose bersama Saepul Sambas.
Keterangan gambar : Berkolaborasi dengan Pengusaha Muda Asal Jawa Barat, Dua Pemain Persipura Ini Segera Luncurkan Buku Ketiga Boaz Solossa dan Tinus Pae, berpose bersama Saepul Sambas. (Sumber gambar:@Indosport.com)

2 Bintang Persipura Siap Luncurkan Buku Ketiga

Liga123 - Dua pemain Sepakbola asal Papua yang memperkuat Persipura Jayapura, Boaz Solossa dan Yustinus Pae, bakal meluncurkan buku ketiga mereka yang berkolaborasi dengan pengusaha muda asal Jawa Barat, Saepul Sambas.

Buku ketiga mereka itu masih bertemakan tentang kehidupan atau profil para pemain sepakbola muda Papua yang bermain untuk Persipura maupun klub lain di kompetisi Liga 1.

Rencananya, buku ketiga mereka itu akan diluncurkan dalam waktu dekat. Dan tiga edisi buku yang telah mereka tulis itu bersiap untuk diedarkan ke publik.

"Kami bersiap untuk meluncurkan satu karya kami lagi. Buku kecil yang kami tulis ini akan terus mendokumentasikan perjalanan para pemain dan talenta yang sangat luar biasa banyaknya dari Tanah Papua," ujar Saepul mewakili Boaz dan Tipa, Sabtu (13/2/21).

Menurut Epul, sapaan akrabnya, bicara Sepakbola adalah bicara tentang sebuah harapan dan tentunya setiap orang memiliki harapan tersendiri dalam menjalani kehidupan. Begitu pula dengan para pemain sepakbola muda Papua yang mereka angkat kisahnya dalam sebuah buku.

"Para pemain yang ada dalam buku kami ini juga memiliki harapan tersendiri dalam dunia Sepakbola, terutama untuk klub Mutiara Hitam Persipura," ujar Epul.

Karya ketiga mereka itu menceritakan perjalanan karier pemain sepakbola muda asal Papua seperti Osvaldo Haay, Prosca Womsiwor, Marckho Meraudje, Fridolin Yoku, dan Israel Wamiau.

"Ini adalah sebuah kebahagiaan bila kita bisa membangun dan menjalani kehidupan dari hobi kita. Para pemain yang ada dalam buku kami ini adalah contoh bahwa dari passion bermain bola mereka bisa membangun diri, keluarga, daerahnya dan untuk masyarakatnya," ujar Epul.

"Semangat, tekad, motivasi, dan kemauan keras mereka khususnya dalam Sepakbola telah mengantarkan mereka pada level nasional dan internasional. Perjalanan karier mereka layak untuk diketahui oleh publik terutama generasi muda Papua untuk bangkit membangun diri demi kehidupan yang lebih baik," kada Epul lagi.

Boaz Solossa dan Yustinus Pae mencoba merintis pekerjaan sampingan mereka sebagai penulis. Keduanya mulai menerbitkan buku di tengah pandemic Covid19.

Ada dua buku yang sudah tuntas ditulis oleh kedua bintang Persipura ini. Buku yang pertama berjudul "Pemuda Bola, Semangat Sepak Bola Papua", dan buku kedua sebuah bunga rampai "Pemuda-Gerakan-Bola Pengusaha-Bijak". Karya mereka itu sudah siap edar ke publik dan dalam waktu dekat akan diluncurkan.

Dua buku tersebut tak dikerjakan sendirian. Mereka dibantu oleh seorang pengusaha muda yang juga penulis indie asal Bandung, Saepul Sambas.

Bochi dan Tipa, sapaan akrab kedua bintang tim Mutiara Hitam itu, memberi keputusan untuk menggeluti dunia literasi karena ingin mencoba tantangan yang berbeda.

Tetapi, apa yang dilakukan oleh keduanya itu bukan untuk mencari keuntungan materi, melainkan untuk memberikan inspirasi kepada generasi muda Papua, serta keinginan untuk membuat sesuatu yang bisa dibanggakan hingga hari tua.

"Kita tertarik untuk terjun ke dunia ini karena ingin membuat sesuatu yang bisa di ceritakan sampai nanti kita pensiun. Berkaca pada pendahulu kita, setelah mereka pensiun mereka juga perlahan mulai dilupakan. Tapi dengan membuat karya dalam bentuk buku bisa menjadi warisan untuk generasi muda kita," ujar Tipa.


Share on: