Breaking News
Cerita Diego Michiels Tinggalkan Belanda Demi Timnas Indonesia     Pilar Asing Persela Ungkap Perbedaan Liga Malaysia dan Liga Indonesia     Tim Rival Akan Gelar TC 5 Agustus, Timnas Indonesia Masih Tunggu PPKM     Greysia/Aprian Raih Medali Emas, Klub Liga 1 Kompak Ucapkan Selamat     Greysia Polli/Apriyani Rahayu Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020    
Bisa Tembus Tim Garuda Select Meski Sempat Gagal, Pemain Persela Ini Akui Peran Penting Sang Ayah
08 Februari 2021 | 06:15 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaEropa - @Bolasport.com ± 6 bulan yang lalu
161   x
Share on:
(Bisa Tembus Tim Garuda Select Meski Sempat Gagal, Pemain Persela Ini Akui Peran Penting Sang Ayah) - @Bolasport.com - Dustin Pratama Bramantio Pemain Persela U-16.
Keterangan gambar : Bisa Tembus Tim Garuda Select Meski Sempat Gagal, Pemain Persela Ini Akui Peran Penting Sang Ayah Dustin Pratama Bramantio Pemain Persela U-16. (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Peran Orang Tua Buat Pemain Persela Lamongan Raih Mimpi di Garuda Select

Liga123 - Pemain Elite Pro Academy (EPA) Persela Lamongan, Dustin Pratama Bramantio berhasil meraih mimpinya menembus skuad Garuda Select.

Ia menjadi satu dari sekian pemain yang menjalankan program Garuda Select di Inggris.

Kendati Demikian raihannya tersebut tak terlepas dari peran orang tua yang selalu mendukung Dustin Pratama Bramantio.

Pasalnya sang ayah lah yang memperkenalkan Sepakbola kepada dirinya hingga akhirnya ia begitu mencintainya.

Padahal sejak kecil ia tak menyukai olah raga karena membuatnya tak nyaman.

"Waktu kecil saya tak suka berolahraga karena membuat badan saya sakit. Ketika usia lima tahun, ayah saya mengajak ke lapangan untuk bermain Sepakbola dan saya menangis," kenang Dustin seperti dikutip Bolasport.com dari laman resmi Garuda Select, Minggu (7/2/2021).

"Ayah saya tidak menyerah dan malah membelikan saya bola untuk bermain di kamar atau halaman rumah. Perlahan saya mulai suka memainkan bola hingga akhirnya terus bermain bola," tambahnya.

Selama ini sosok sang ayah yang selalu mendorong Dustin Pratama Bramantio untuk selalu berkembang.

Motivasi sang ayah membuatnya tak mudah menyerah.

Sampai akhirnya ia terpilih masuk ke tim EPA Persela Lamongan pada tahun 2019.

Seusai dari situ ia sebetulnya sempat mengikuti seleksi di musim kedua Garuda Select.

Hanya ia gagal masuk karena masih belum cukup umur untuk mengikuti program yang dihelat di Inggris dan Italia.

"Ayah melihat bakat saya dan selalu memotivasi saya untuk bermain Sepakbola. Saya didaftarkan masuk SSB pada usia tujuh tahun agar kemampuan saya semakin terasah. Kemudian, saya tak bisa lepas dari Sepakbola dan terus berlatih agar bisa menggapai mimpi saya menjadi pemain profesional dan bermain untuk Tim Nasional," jelasnya.

"Saya sempat dipanggil untuk seleksi musim kedua, tapi pada tahun itu usia saya belum cukup dan akhirnya disuruh pulang. Selama setahun saya fokus menempa diri hingga akhirnya dipanggil lagi di musim ketiga dan Alhamdulilah lolos," aku Dustin.

Akhirnya ia pun terpilih kembali untuk mengikuti seleksi Garuda Select musim ketiga ini seusai dinilai bermain cukup baik di EPA Persela Lamongan.

Atas hasil motivasi dan dorongan sang ayah, Dustin Pratama Bramantio berhasil meraih mimpinya di Garuda Select.

Di sana ia akan memanfaatkan waktunya mencari pengalaman dan berlatih dengan serius.

Dengan begitu, ia berharap apa yang sudah dikorbankan oleh orang tuanya dapat sedikit terbayar dengan hasil yang ia dapat di Garuda Select.

"Lolos seleksi Garuda Select seperti mimpi dan saya tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Menurut saya Program Garuda Select merupakan tahapan penting untuk menempa diri menjadi pemain profesional," ujarnya.

"Saya ingin mencari pengalaman sebanyak mungkin dan fokus berlatih dengan serius agar bisa semakin berkembang. Orang tua saya sudah banyak berkorban untuk saya dan saya tak ingin mengecewakan mereka," ujarnya.


Share on: