Breaking News
Hengkang dari Timnas Indonesia, Eks Asisten Shin Tae-yong Resmi Gabung Klub K-League 2     Latihan Perdana Pasca Libur, 7 Pemain Persela Masih Absen     Bantu Korban Terdampak Covid-19, Mantan Pemain Espanyol Ini Lelang Sepatunya     Pelatih Asal Belanda Ini Ungkap Kesalahan Sepakbola Indonesia dan Malaysia     Cerita Diego Michiels Tinggalkan Belanda Demi Timnas Indonesia    
Walikota Jayapura Geram, Bank Papua Terancam Kehilangan 5000 Nasabah
08 Januari 2021 | 05:27 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Football5star.com ± 7 bulan yang lalu
739   x
Share on:
(Walikota Jayapura Geram, Bank Papua Terancam Kehilangan 5000 Nasabah) - @Football5star.com - Benhur Tomi Mano Pengurus Persipura Sekaligus Walikota Jayapura
Keterangan gambar : Walikota Jayapura Geram, Bank Papua Terancam Kehilangan 5000 Nasabah Benhur Tomi Mano Pengurus Persipura Sekaligus Walikota Jayapura (Sumber gambar:@Football5star.com)

Keras! Bos Persipura Ultimatum Bank Papua, 5.000 Nasabah Terancam Hilang

Liga123 - Bos Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, memberikan ancaman kepada Bank Papua untuk segera lunasi kewajiban. Kalau tidak, bank tersebut bisa saja kehilangan 5000 lebih nasabahnya.

Normalnya, manajemen Mutiara Hitam baru saja mengumumkan membubarkan tim. Hal tersebut setelah salah satu sponsor, yakni Bank Papua diklaim enggan melunasi uang sponsor yang sudah disepakati.

Nah hal ini bikin Ketum Persipura memberikan peringatan. Benhur mengancam akan menarik semua tabungan pegawainya di Pemkot Jayapura dari Bank Papua, andai tak segera melunasi kewajibannya.

“Tanggal 11 hari senin harus cair 5 milyar, Persipura Jayapura punya uang. Kalau tidak, saya punya pegawai yang jumlahnya 5000 lebih yang menabung di Bank Papua, yang ambil kredit semua akan saya pindahkan ke Bank Mandiri,” kata Benhur dikutip dari Topik Papua.

Saat ini, Benhur memang tercatat sebagai Wali Kota Jayapura. Dia mendorong agar Bank Papua bisa melunasi kewajibannya demi membayar gaji para pemain dan Pelatih. Padahal, Bank Papua diklaim olehnya sudah harus melunasi utang itu per Desember 2020.

“Ini sudah tahun 2021, dana itu harusnya cair di bulan desember tahun 2020, karena kita harus bayar gaji pemain, harus bayar kontrak Pelatih (juru taktik) dan stafnya, itu tetap jalan walaupun di masa pandemi ini,” papar dia.

Dimana Sebelumnya, Bank Papua dalam rilisnya menyebut akan mencairkan dana sponsor andai Liga 1 jalan lagi. Itu sesuai dengan persyaratan pencarian dana sponsorship yang disepakati pada awal perjanjian dengan Persipura.

“Apabila kompetisi Liga 1 2021 dilanjutkan, maka Bank Papua akan memenuhi kewajiban sesuai isi PKS untuk merealisasikan/pencairan dana sponsorship tahap II dan III,” tulis rilis Bank Papua.


Share on: