Breaking News
Presiden Madura United : Andai Pemerintah Tak Memberi Izin, Lebih Baik Liga 1 2021 Dibubarkan Saja     Terus Merugi, 5 Klub Liga 1 Desak PT LIB Untuk Segera Gulirkan Kompetisi     Dukung Tim Bulutangkis Indonesia, Eks Pemain Timnas Ini Pukul TV Pakai Raket     Pelatih Persela Ungkap Kelebihan Timnas di Era Shin Tae-yong     Pemain Keturunan Jawa-Belanda Meninggal, Real Madrid dan Ajax Amsterdam Ucapkan Pesan Belasungkawa    
Kisah Bola Plastik yang Membawa Samsul Arif Menembus Timnas dan Anggap Persela Sebagai Rumah Kedua
07 Desember 2020 | 05:03 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bola.com ± 8 bulan yang lalu
2 k   x
Share on:
(Kisah Bola Plastik yang Membawa Samsul Arif Menembus Timnas dan Anggap Persela Sebagai Rumah Kedua) - @Bola.com - Samsul Arif Striker yang pernah bela Persela dalam 3 periode Berbeda
Keterangan gambar : Kisah Bola Plastik yang Membawa Samsul Arif Menembus Timnas dan Anggap Persela Sebagai Rumah Kedua Samsul Arif Striker yang pernah bela Persela dalam 3 periode Berbeda (Sumber gambar:@Bola.com)

Kisah Samsul Arif Munip, Jadi Pemain Tim Nasional Indonesia Berkat Bermain Bola Plastik

Liga123 - Sosok Samsul Arif Munip pantas masuk dalam daftar penyerang papan atas yang masih beredar di kompetisi Sepakbola Tanah Air. Pencapaian terbaiknya adalah menjadi top skorer Piala Indonesia 2008-2009 dan Piala Bhayangkara 2016.

Ia pun pernah menjadi bagian Tim Nasional Indonesia pada sejumlah event seperti kualifikasi Piala Dunia 2014. Sejak memulai karier di Persekaba Blora pada musim 2004, Samsul yang kini berstatus pemain Persita Tangerang di Shopee Liga 1 2021 pernah berkostum Persibo Bojonegoro, Persela Lamongan, Arema FC, Persib Bandung, dan Barito Putera.

Berstatus sebagai pemain Sepakbola profesional adalah wujud impian Samsul sejak kecil. Ketika ia bermain Sepakbola menggunakan bola plastik bersama teman-temannya di Mojodelik, desa tempat ia lahir dan tumbuh dalam lingkungan Sepakbola.

Dalam channel YouTube Omah Balbalan, Samsul menceritakan masa kecil di kampungnya yang menjadikan Sepakbola sebagai 'ritual' keseharian. Sejak masih berusia 5 tahun, Samsul sudah bermain bola di lapangan desanya.

"Saya bermain atas dasar cinta pada Sepakbola. Semuanya berlangsung alami. Saya hanya punya tekad dan impian yang besar," kenang Samsul.

Itulah mengapa Samsul tanpa sungkan mengakui tak memiliki pengetahuan dasar Sepakbola yang baik seperti passing, dribling apalagi strategi. Samsul pun baru bisa membeli sepatu Sepakbola saat duduk di bangku SMA.

"Sebelumnya saya hanya meminjam sepatu teman kalau kebetulan ikut turnamen atau pertandingan," ujar Samsul Arif Munip.

Honor Pertama Rp10 Ribu

Selepas SMA, Samsul diarahkan orangtuanya untuk mengikuti tes pada sebuah perguruan tinggi di Malang. Tapi, jalan hidupnya kemudian berubah sepulang dari Malang. Ia mendengar ada seleksi pemain di tim Porda Blora yang jaraknya 60 km dari rumahnya. Samsul pun ikut seleksi dan terpilih.

"Honor yang saya terima dalam bentuk uang transport yakni Rp10 ribu per hari. Lumayan buat nutup ongkos naik bus untuk berlatih di Blora," ungkap Samsul.

Tak lama setelah itu, Samsul kemudian terpilih masuk Skuad Persekaba Blora. Pada momen itu pula, ia kemudian memberi keputusan tak melanjutkan pendidikan dan total menggeluti Sepakbola. Beruntung, kedua orang tuanya memberi restu.

Peruntungan Samsul di Sepakbola mulai terbuka ketika bergabung di Persibo Bojonegoro. Menariknya, ia ikut seleksi dengan modal nekad. Saat itu namanya tak masuk dalam daftar panggil tim Pelatih (juru taktik) Persibo.

Tapi, sebagai putra asli Bojonegoro, Samsul membulatkan tekad ke lapangan dan bertemu tim Pelatih (juru taktik) yang dikoordinir Sanusi Rahman. Karena putra asli Bojonegoro, Samsul pun diberi kesempatan ikut seleksi.

"Tapi, saya lebih banyak ikut dalam latihan. Kalau ujicoba, saya jarang dimainkan," ungkap Samsul.

Berkat kerja keras dan keberuntungan yang berpihak kepadanya, justru Samsul yang akhirnya terpilih dibanding sejumlah rekannya yang dipanggil seleksi. Di Persibo pula, Samsul pertama kali mengenal dunia Sepakbola yang sebenarnya. Seperti teknik permainan dan kerjasama tim.

Pindah ke Persela

Di Persibo, nama Samsul mulai mencuat ketika membawa timnya itu meraih trofi juara Divisi 1 Liga Indonesia musim 2006-2007. Aksinya sebagai penyerang tajam kian dikenal setelah menjadi top skorer Piala Indonesia 2008-2009.

Berkat prestasinya itu, Samsul dilirik Persela Lamongan yang ditangani Widodo C Putro jelang Liga Indonesia 2009-2010.Selain ingin mengecap pengalaman di kasta tertinggi, Samsul setuju bergabung ke Persela karena faktor Widodo, sosok yang diidolakannya.

Terlebih lagi di Persela, ia bisa bermain satu tim dengan Kurniawan Dwi Yulianto yang menjadi inspirasinya sebagai striker. Keputusan Samsul ke Persela sempat medapatkan tentangan. Terlebih lagi Persela adalah seteru sengit Persela.

"Tapi, saya sudah bertekad mengembangkan karier di Persela," ujar Samsul.

Samsul hanya semusim di Persela. Ia kembali ke Persibo setelah dihubungi langsung oleh Sartono Anwar, Pelatih (juru taktik) senior di Indonesia.

"Saya sulit menolak permintaan om Sartono. Bagi saya, beliau termasuk Pelatih (juru taktik) yang berjasa besar mengembangkan kemampuan saya sebagai pemain."

Hanya semusim di Persibo, Samsul kembali ke Persela dan kemudian berkostum Arema Cronus. Selepas dari Arema, Samsul hijrah ke Persib Bandung. Tak lama di Persib, Samsul kembali Persela.

"Bagi saya, Persela ibarat rumah kedua saya selain Bojonegoro," terang Samsul.

Tampil apik bersama Persela, Samsul digoda manajemen Barito Putera yang diperkuatnya selama dua musim sebelum resmi berseragam Persita pada Liga 1 2021.



Share on: