Breaking News
Cerita Diego Michiels Tinggalkan Belanda Demi Timnas Indonesia     Pilar Asing Persela Ungkap Perbedaan Liga Malaysia dan Liga Indonesia     Tim Rival Akan Gelar TC 5 Agustus, Timnas Indonesia Masih Tunggu PPKM     Greysia/Aprian Raih Medali Emas, Klub Liga 1 Kompak Ucapkan Selamat     Greysia Polli/Apriyani Rahayu Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020    
Dianggap Sebagai Aset, Barito Putera Akan Tetap Pertahankan dan Bina Yudha Febrian
05 Desember 2020 | 05:17 WIB oleh Amirul Mukminin
TimnasIndonesia - @Bolasport.com ± 8 bulan yang lalu
352   x
Share on:
(Dianggap Sebagai Aset, Barito Putera Akan Tetap Pertahankan dan Bina Yudha Febrian) - @Bolasport.com - Yudha Febrian dianggap Aset yang akan terus berkembang
Keterangan gambar : Dianggap Sebagai Aset, Barito Putera Akan Tetap Pertahankan dan Bina Yudha Febrian Yudha Febrian dianggap Aset yang akan terus berkembang (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Beda dengan Bhayangkara Solo FC yang Pecat Serdy, Barito Putera Pilih Bina Yudha Febrian

Liga123 - Barito Putera memilih pendekatan kekeluargaan dengan melakukan pembinaan untuk menertibkan pemainnya Mochamad Yudha Febrian.

Dua pemain Tim Nasional U-19 Indonesia, Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian memang telah dicoret sejak 24 November 2020.

Kendati Demikian nama mereka kembali menjadi topik pembicaraan menyusul beredarnya sebuah video yang menampilkan kedua pemain sedang menghabiskan waktu di klub malam bersama seorang wanita.

Banyak warganet menilai bahwa rekaman tersebut menunjukkan penyebab Serdy dan Yudha dicoret dari Tim Nasional U-19 Indonesia.

Setelah video tersebut viral, PSSImelalui rilisnya pada Kamis (3/12/2020) langsung mengonfirmasi bahwa Serdy dan Yudha memang dicoret dari Tim Nasional U-19 Indonesia karena dugem saat TC berlangsung.

"Kedua pemain sudah dikeluarkan karena indisipliner," ujar Ketua PSSI, Mochamad Iriawan dikutip BolaSport.com dari laman resmi PSSI.

"Mereka dugem hingga dini hari dan latihan pagi terlambat. Mereka sudah dicoret dan bukan lagi bagian dari Tim Nasional U-19," tegasnya.

Buntut kasus tersebut, Bhayangkara Solo FC resmi memecat Serdy Ephy Fano pada Jum'at (4/12/2020).

"Bhayangkara Solo FC mewajibkan seluruh pemain untuk menjaga attitude dan kedisiplinan baik di dalam dan di luar lapangan," ujar Manajer Bhayangkara Solo FC, I Nyoman Yogi Herman sebagaimana dikutip BolaSport.com dari laman resmi klub.

Meski demikian, Nyoman tetap mendoakan Serdy dan berharap agar insiden ini menjadi pelajaran buat pemain asal Maluku tersebut.

"Setiap insan tidak ada yang sempurna, semoga Serdy tetap semangat dan memperbaiki kekurangan sehingga ke depan dia dapat memenuhi cita-citanya menjadi pemain bola profesional yang mampu mengharumkan nama bangsa," ujar Nyoman.

"Bhayangkara berharap kejadian ini menjadi bahan introspeksi Serdy. Yang bersangkutan pemain bertalenta, umur masih muda dan masih memiliki kesempatan ke depannya," tambahnya.

Berbeda dengan Bhayangkara Solo FC yang secara tegas memecat Serdy, Barito Putera mengambil pendekatan kekeluargaan untuk menertibkan Mochamad Yudha Febrian.

Manajer Barito Putera, Mundari Karya menyatakan Barito Putera akan melakukan pembinaan kepada Mochamad Yudha Febrian terkait insiden tersebut.

"Jangan diekspose terus lah kasian pemainnya," ujar Mundari Karya seperti dikutip BolaSport.com dari Banjarmasin Post.

"Nanti kita akan lakukan pembinaan," tambahnya singkat.

Sebelumnya dalam pernyataan terpsisah, Mundari juga akan melakukan mediasi dengan orang tua Yudha Febrian terkait masalah ini.

"Kalau masalah pemulangan tidak ada masalah dan kami sah-sah saja kalau memang itu dianggap melanggar ketentuan yang ada," ujar Mundari Karya kepada BolaSport.com, Selasa (24/11/2020).

"Jadi dari kami ini berbicara kedepan itu apa, bisa diperbaiki tidak, karena bagi kami pemain muda seperti Yudha ini aset kami yang memang harus diperbaiki kalau memang dia tidak displin."

"Jadi saya ingin tanya apa masalahnya, tapi kan tidak mungkin bisa saya tanya di telfon saja ya karena yang paling penting masa depannya ya. Jangan sampai dia merasa terpukul, jadi tidak mau main bola lagi begitu."

"Dari kami juga harus mensuport, jangan sampai pemain merasa putus asa dan segala macem, ini tidak baik. Karena ini juga aset Barito Putera, jadi kami ingin memperbaiki apa yang salah dan pasti bisa dibetulin," tambahnya.



Share on: