Breaking News
Tak Penuhi Regulasi, PSSI Berikan Dispensasi Khusus pada Persiraja     Pentolan Suporter Sriwijaya FC Masih Ragukan Bergulir nya Liga 1 dan 2     Saddil Ramdani Puasa Cetak Gol, Lini Depan Sabah FC jadi Sorotan     Skuad Persipura Belum Vaksin, PT LIB Buka Suara     Polri Tegaskan Belum Beri Izin Penyelenggaraan Liga 1 2021/2022    
Akmal Marhali Berharap Program Garuda Select Tak Hanya Dijadikan Bisnis
03 Desember 2020 | 10:51 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Indosport.com ± 8 bulan yang lalu
117   x
Share on:
(Akmal Marhali Berharap Program Garuda Select Tak Hanya Dijadikan Bisnis) - @Bolasport.com - Para Pemain Garuda Select 3 saat menjalani Seleksi
Keterangan gambar : Akmal Marhali Berharap Program Garuda Select Tak Hanya Dijadikan Bisnis Para Pemain Garuda Select 3 saat menjalani Seleksi (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Imbas Kasus Bagus Kahfi, Program Garuda Select Dapat Kritikan Pedas


Liga123 - Setelah kasus Bagus Kahfi, Barito Putera, dan FC Utrecht viral di media, pengamat Sepakbola Akmal Marhali turut memberikan kritikan pedas untuk program Garuda Select.


Garuda Select adalah program pembinaan pemain usia muda, lewat seleksi nasional yang digelar ketat, untuk kemudian para pemain bisa berlatih Sepakbola dan melakoni laga Ujicoba /Training Match di Eropa.


Nyatanya, mayoritas pemain Garuda Select yang lolos seleksi adalah pemain binaan Liga 1 U-18, sehingga beberapa dari mereka sudah punya kontrak di klub, termasuk Bagus Kahfi di Barito Putera.


Sehingga, ketika Garuda Selectmemberikan peluang untuk pemainnya bergabung di tim Eropa, langkah ini tidak sepenuhnya berjalan mulus lantaran ada kontrak yang mengikat sang pemain.


Pengamat Sepakbola, Akmal Marhali, pun meminta PSSI selaku induk Sepakbola nasional, untuk mengaji ulang tujuan program Garuda Select, apakah selaras dengan kepentingan Tim Nasional Indonesia atau bisnis.


"PSSI harus meninjau ulang program Garuda Select, dari mulai visi dan misi sampai tujuan," ucap Akmal Marhali kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Rabu (2/12/20).


"Jangan seperti sekarang, jalan masing-masing, Pelatih (juru taktik) juga masing-masing, akhirnya tidak sinkron dengan kepentingan Tim Nasional Indonesia. Yang menonjol akhirnya proyek bisnis, akhirnya bikin pusing," imbuhnya.


"Semua harus jelas dari awal, arah dan tujuannya, termasuk status pemainnya. Jangan sampai kasus Bagus Kahfi terulang, cukup dijadikan pelajaran," tuntas Akmal Marhali.


Sejatinya, selain Bagus Kahfi, Garuda Select juga menyalurkan Brylian Aldama bermain di HNK Rijeka di Liga Kroasia. Bedanya, eks pemain Persebaya Surabaya itu tak terikat kontrak dengan klub Liga 1 mana pun.



Share on: