Breaking News
Kondisi Mental Para Pemain nya Terganggu, Ini yang Dilakukan Pelatih Persipura     AFC Berencana Lakukan Drawing Ulang Kualifikasi Piala Asia U-23 2022, Ini Respon PSSI     Nostalgia Eks Kiper Sampdoria di Kandang 'Macam Putih'     Liga 1 Tak Kunjung Jelas, Kiper Borneo : Sepakbola Adalah Kehidupan Banyak Orang     Kompetisi Tak Kunjung Bergulir, Eks ketum PSSI Buka Suara    
Robert Alberts Sebut di Sepakbola Malaysia Masih Ada Praktek Ilmu Hitam
02 Februari 2021 | 10:33 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaAsia - @Bolanas.com ± 6 bulan yang lalu
3 k   x
Share on:
(Robert Alberts Sebut di Sepakbola Malaysia Masih Ada Praktek Ilmu Hitam) - @Bolanas.com - Robert Rene Albert Pelatih Persib Bandung
Keterangan gambar : Robert Alberts Sebut di Sepakbola Malaysia Masih Ada Praktek Ilmu Hitam Robert Rene Albert Pelatih Persib Bandung (Sumber gambar:@Bolanas.com)

Robert Rene Alberts Bandingkan Atmosfer Sepak Bola di Indonesia dengan Malaysia

Liga123 - Pelatih (Juru Taktik) Persib Bandung, Robert Rene Alberts, membandingkan atmosfer Sepakbola di Indonesia dan di Malaysia.

Robert Rene Alberts memang dikenal sebagai Pelatih (juru taktik) yang sudah berpengalaman di wilayah Asia Tenggara.

Tercatat Robert pernah menangani klub asal Singapura, Malaysia dan kini Indonesia.

Melatih klub di Asia Tenggara rupanya menjadi pengalaman yang unik bagi karier Robert.

Robert berbicara telah melewati banyak hal selama berkarier di Asia Tenggara.

Kepada media Belada, Voetbalzone, Robert menceritakan sisi kelam Sepakbola di Malaysia.

Selain melatih klub Indonesia, Robert memang pernah beberapa kali menukangi tim dari Negeri Jiran, Kedah FA dan Sarawak FA.

Menurut Robert, situasi Sepakbola di Malaysia tidak berbeda jauh dengan di Indonesia.

Di Malaysia Robert berbicara masih ada praktik ilmu hitam.

"Situasi hampir serupa juga ada di beberapa tempat di Malaysia yang menggunakan ilmu hitam, vodoo, atau hal-hal sejenis," ungkap Robert dikutip Bolanas dari Voetbalzone.

Kendati Demikian, Robert menilai atmosfer Sepakbola di Indonesia lebih ekstrem.

Pelatih (Juru Taktik) asal Belada itu menyebut kecintaan suporter di Indonesia terhadap klub mereka terbilang cukup ekstrem.

"Pengalaman di sini (Indonesia) sangat ekstrem. saya rasa menjadi yang paling ekstrem di dunia," ungkap Pelatih (juru taktik) berusia 66 tahun itu.

Robert menilai, hal ini mengejutkan sekaligus menarik untuk dirinya.

"Saat saya tiba, saya tidak memahaminya. Kendati Demikian ini adalah sesuatu yang menarik," ujar eks Pelatih (juru taktik) PSM Makassar itu

"Semua orang hidup untuk sepakbola, untuk klub di mana mereka tinggal. Itu sungguh mengejutkan," pungkasnya.


Share on: